Baznas dan Kemendukbangga Hadirkan Kembali Sedekah Genting untuk Cegah Stunting

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Lidya Thalia.S

TVRINews, Jakarta

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN kembali meluncurkan layanan Sedekah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) guna memperluas partisipasi masyarakat dalam menekan angka stunting di Indonesia.

Relaunching program tersebut dikemas dalam talkshow bertajuk “BAZNAS dan Kemendukbangga/BKKBN: Jaga Tunas Bangsa – Sedekah untuk Generasi Bebas Stunting” yang digelar di Mal Atrium Senen, Jakarta. Kegiatan ini menghadirkan Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Mohamad Arifin Purwakananta, serta Plt. Direktur Bina Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN, Dr. Yuni Hastutiningsih.

Sinergi Zakat dan Program Teknis Pemerintah

Mohamad Arifin Purwakananta menegaskan, kolaborasi tersebut merupakan bentuk integrasi antara pengelolaan dana sosial keagamaan dengan lembaga yang memiliki kompetensi teknis dalam isu kependudukan dan kesehatan keluarga.

Menurut Arifin, BAZNAS berperan sebagai penghubung antara masyarakat mampu (muzaki) dan keluarga kurang mampu yang rentan terhadap stunting. Ia menilai kemiskinan masih menjadi faktor dominan penyebab tingginya angka stunting.

“Fokus utama BAZNAS adalah mustahik fakir miskin yang cakupannya luas, termasuk aspek kesehatan keluarga. Kemiskinan berkontribusi terhadap stunting, sehingga zakat bisa menjadi salah satu solusi untuk menjembatani kebutuhan tersebut,”kata Arifin dalam keterangan tertulis, Minggu, 1 Maret 2026.

Ia menambahkan, pengelolaan zakat dan sedekah dilakukan secara terukur melalui kerja sama dengan mitra yang memiliki keahlian di bidangnya. Dalam konteks pencegahan stunting, Kemendukbangga/BKKBN dinilai sebagai mitra strategis agar intervensi yang dilakukan tidak sekadar bersifat bantuan sesaat, melainkan berdampak jangka panjang.

BAZNAS juga menyediakan dompet donasi khusus Sedekah Genting sehingga masyarakat dapat menyalurkan sedekah yang secara spesifik dialokasikan untuk program pencegahan stunting.

Terkait penerima manfaat, Arifin menjelaskan proses verifikasi dilakukan menggunakan data terpadu dari Kemendukbangga/BKKBN dan Kementerian Sosial agar bantuan tepat sasaran.

“Kami menggunakan kedua data tersebut untuk memastikan mustahik yang dibantu benar-benar sesuai kriteria,” jelasnya.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersedekah melalui program ini agar menjadi gerakan berkelanjutan, bukan hanya kegiatan sosial sesaat,” tambah Arifin.

Dorong Generasi Emas 2045

Sementara itu, Plt. Direktur Bina Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN, Yuni Hastutiningsih, menyampaikan bahwa program Genting menyasar keluarga berisiko stunting, khususnya dari kelompok ekonomi desil 1 hingga 3. Berdasarkan sejumlah kajian, hampir separuh kasus stunting berasal dari keluarga kurang mampu.

Ia menilai gerakan ini selaras dengan visi Indonesia Emas 2045, karena kualitas sumber daya manusia harus dibangun sejak fase tumbuh kembang anak saat ini.

“Generasi emas tidak hadir secara instan, tetapi harus dipersiapkan sejak dini. Karena itu, gerakan ini perlu kita masifkan mulai sekarang,”ungkap Yuni.

Yuni juga mengajak dunia usaha dan masyarakat luas untuk turut ambil bagian sebagai orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting.

“Kita tidak bisa hanya bergantung pada CSR perusahaan. Kepedulian kolektif masyarakat yang mampu menjadi orang tua asuh akan mempercepat penurunan angka stunting,”tegasnya.

Melalui Sedekah Genting, BAZNAS dan Kemendukbangga/BKKBN berharap upaya menjaga tunas bangsa dari ancaman stunting dapat dimulai dari langkah sederhana, yakni berbagi melalui sedekah yang terarah dan terukur.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ribuan Turis Australia Batal ke Bali akibat Banjir, PHRI: Dampaknya Besar
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Serangan AS-Israel Hancurkan Sekolah di Iran, 40 Orang Tewas
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Kemlu Imbau WNI Tunda Perjalanan ke Timur Tengah
• 45 menit lalukatadata.co.id
thumb
Warga Antusias Lihat Parade Kirab Puncak Imlek di Jakpus: Sekalian Ngabuburit
• 13 jam laludetik.com
thumb
18 Siswa Diduga Keracunan MBG di Aceh Selatan, Dinkes Tetapkan Status KLB
• 23 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.