Pantau - Tradisi Labuhan atau Larung Sesaji Telaga Sarangan kembali digelar pada Jumat 16 Januari 2026 di Telaga Sarangan, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, sebagai puncak upacara adat bersih desa menjelang Ramadhan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap Jumat Pon bulan Ruwah dalam kalender Jawa sebagai ungkapan syukur dan permohonan keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Rangkaian acara diawali kirab budaya yang menampilkan Tumpeng Gono Bahu setinggi 2,5 meter serta tumpeng gunungan sayur dan buah hasil bumi.
Kirab diikuti warga mengenakan pakaian adat Jawa, perangkat desa, Bupati Magetan bersama forkopimda, pasangan domas, atraksi Reog, serta prajurit berkuda.
Arak-arakan dimulai dari kantor kelurahan, mengelilingi telaga, berhenti di punden untuk doa, kemudian tumpeng dilarung ke tengah telaga menggunakan kapal motor.
Prosesi larung tahun 2026 dipimpin Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti.
Tumpeng nasi melambangkan hati yang putih bersih, sedangkan tumpeng buah dan sayur melambangkan kemakmuran hasil panen serta berkah alam.
Warisan Budaya dan Daya Tarik WisataTradisi Labuhan Sarangan telah dilaksanakan sejak lama dan dikembangkan sebagai promosi wisata sejak 1973.
Rangkaian adat bersih desa meliputi penyembelihan kambing kendit, ziarah makam, tirakatan, pagar desa, selamatan, hingga larungan sesaji.
Tradisi ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Sertifikat penghargaan diserahkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Bupati Magetan dalam acara apresiasi pelaku budaya di Taman Krida Budaya Malang pada 22 Februari 2026.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Magetan Joko Trihono menyatakan Labuhan Sarangan telah masuk Calendar of Event 2026 Kabupaten Magetan dan diharapkan masuk kalender event nasional.
Data Disparbud Magetan mencatat kunjungan Telaga Sarangan pada 2025 mencapai 1.094.668 wisatawan dengan pendapatan asli daerah sebesar Rp20,202 miliar.
Angka tersebut meningkat dibanding 2024 yang mencatat 1.080.666 wisatawan dengan PAD Rp20,102 miliar.
Target PAD sektor pariwisata Telaga Sarangan pada 2026 ditetapkan sebesar Rp23,4 miliar.
Pemerintah Kabupaten Magetan berkomitmen mengembangkan Telaga Sarangan sebagai ikon wisata alam dan budaya yang berkelanjutan guna menarik lebih banyak wisatawan.



