JAKARTA, KOMPAS.com - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Dubai menetapkan siaga III atau level kewaspadaan terendah per Sabtu (28/2/2026). Lahngkah menyusul situasi keamanan yang memanas di Timur Tengah.
Dilansir dari Antara, penetapan status Siaga III didasarkan pada sejumlah indikator. Di antaranya, kondisi di wilayah akreditasi yang masih normal meski konflik terjadi di kawasan lain dan belum berdampak langsung.
Baca juga: UEA Tutup Wilayah Udara Usai Serangan Israel-AS ke Iran, WNI Diimbau Tenang
Selain itu, sejumlah kedutaan asing dan organisasi internasional telah merilis imbauan langkah penyelamatan diri jika eskalasi meningkat. Potensi ancaman yang diwaspadai antara lain serangan rudal dan drone.
Status tersebut ditetapkan menyusul eskalasi militer antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran. Diketahui, Iran dilaporkan meluncurkan rudal ke wilayah Israel serta negara-negara Teluk, termasuk Uni Emirat Arab (UEA).
Kementerian Pertahanan UEA menyatakan telah mencegat rudal tersebut dan mengecam serangan.
Otoritas UEA juga mengirim notifikasi peringatan ke ponsel warga di wilayah terdampak. Pesan itu berisi imbauan agar mencari tempat aman, menjauhi pintu, jendela, serta area terbuka, dan menunggu instruksi lanjutan.
Hingga dini hari menjelang sahur, terdengar dentuman serta aktivitas pesawat tempur di udara Abu Dhabi. Situasi keamanan kawasan turut berdampak pada penerbangan, dengan pembatasan hingga penutupan ruang udara demi keselamatan di sejumlah negara.
Beberapa bandara besar, seperti Bandara Internasional Dubai dan Bandara Internasional Hamad Doha, dilaporkan menghentikan operasional, mengalihkan rute, atau membatalkan penerbangan.
Salah satu maskapai, Etihad Airways, mengumumkan penangguhan sementara seluruh keberangkatan dari Bandara Internasional Zayed hingga pukul 14.00 waktu setempat pada Minggu.
Baca juga: 2 Bangunan Ikonik di Dubai Terkena Serangan Iran
Penutupan ruang udara di berbagai negara Teluk menyebabkan penumpang menghadapi pembatalan, pengalihan rute, serta ketidakpastian perjalanan.
Untuk memberikan penjelasan langsung kepada warga Indonesia, KBRI Abu Dhabi menggelar pertemuan daring dengan masyarakat Indonesia di UEA pada Sabtu (28/2) malam waktu setempat guna memaparkan perkembangan situasi terkini.
KBRI Abu Dhabi meminta WNI meningkatkan kewaspadaan, membatasi aktivitas di luar rumah, serta menghindari lokasi yang berpotensi terdampak. WNI juga diminta tetap tenang dan memantau informasi melalui sumber resmi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Baca juga: Indonesia Respons Konflik Israel–Iran: Prabowo Siap Mediasi dan Waspadai Perang Meluas
Selain itu, warga Indonesia diimbau menjaga komunikasi dengan sesama WNI maupun keluarga. Kemudian melakukan lapor diri secara daring melalui www.peduliwni.kemlu.go.id.
KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai juga menyediakan hotline khusus untuk merespons kedaruratan yang terjadi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




