Anggota Komisi V: Pemberian BHR bagi Ojol Harus Dilakukan Transparan

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Intan Kw

TVRINews, Jakarta

Anggota Komisi V DPR RI, Sudjatmiko, meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk mengawal ketat penyaluran Bonus Hari Raya (BHR) bagi pengemudi dan kurir daring.

Ia menekankan, distribusi BHR tahun ini harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berkeadilan guna menjamin kesejahteraan pekerja sektor logistik berbasis aplikasi.

“Kami meminta Kemenaker berkoordinasi dengan Kemenhub untuk memastikan penyaluran THR bagi pengemudi ojek online dilakukan secara terbuka dan tanpa ada yang ditutup-tutupi. Ini bukan sekadar persoalan administratif, melainkan bentuk nyata keberpihakan negara terhadap hak mereka,” kata Sudjatmiko dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, Minggu, 1 Maret 2026.

Menurutnya, sinergi antara Kemenhub sebagai regulator transportasi dan Kemnaker sebagai pengawas perlindungan pekerja sangat krusial. Hal ini mengingat posisi pengemudi daring yang berada dalam skema kemitraan sering kali rentan terhadap ketimpangan penentuan kriteria maupun besaran bonus jika tanpa pengawasan ketat pemerintah. 

“Kemenhub dan Kemnaker harus mempunyai indikator jelas yang harus ditaati oleh penyedia jasa aplikasi transportasi online dalam memberikan BHR kepada mitra mereka,” ucapnya.

Legislator asal Jabar ini mengingatkan bahwa pemberian BHR yang mulai diatur sejak tahun lalu melalui Surat Edaran Menaker tidak boleh hanya menjadi kebijakan simbolik. Ia mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan tahun sebelumnya, terutama menyangkut kriteria penerima dan transparansi perhitungan bonus agar lebih layak dan tepat sasaran.

“Jangan sampai mereka hanya menjadi tulang punggung layanan tanpa mendapatkan penghargaan yang layak. Mereka harus merasakan BHR sebagai apresiasi atas kerja kerasnya, terutama menjelang Hari Raya ketika kebutuhan rumah tangga meningkat signifikan,” ujarnya.

Sudjatmiko menekankan bahwa evaluasi besaran bonus menjadi poin utama yang harus diperhatikan pemerintah tahun ini. Ia berharap negara hadir secara aktif memastikan pihak aplikator mematuhi ketentuan yang ada, sehingga tidak ada celah yang merugikan para pengemudi maupun kurir.

“Harus ada evaluasi menyeluruh, termasuk soal besaran dan transparansi perhitungannya. Negara harus hadir memastikan pengemudi dan kurir mendapatkan haknya secara layak dan adil,” tuturnya.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Viral! Badut Pengamen Terekam CCTV Curi Motor Warga di Lamongan
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
Dari Sunan Ampel ke Pasuruan, NasDem Bidik Kebangkitan Dapil 2 Jawa Timur
• 18 jam laludetik.com
thumb
Trump Sebut Ayatollah Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Sepanjang yang Saya Tahu Ia Masih Hidup
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
OpenAI catat jumlah pengguna aktif mingguan ChatGPT tembus 900 juta
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Landmark Dubai Terimbas Serangan Iran, 4 Orang Terluka
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.