Iran Umumkan Gelombang Serangan Rudal Terbaru ke Israel dan Pangkalan AS di Timur Tengah

mediaindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita

Iran kembali melancarkan serangan rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Serangan ini diumumkan langsung oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada Minggu.

Dalam pernyataan resminya, IRGC menegaskan eskalasi militer masih berlangsung.

"Gelombang keenam serangan rudal dan drone ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di kawasan ini telah dimulai," kata IRGC, sebagaimana dikutip kantor berita ISNA.

Baca juga : Israel Tutup Semua Perbatasan Palestina di Tengah Eskalasi Iran

27 Titik Jadi Sasaran Serangan

IRGC menyebutkan bahwa total 27 lokasi menjadi target dalam gelombang serangan terbaru ini. Beberapa di antaranya termasuk pangkalan udara Tel Nof di wilayah tengah Israel, markas besar angkatan darat Israel, hingga kompleks industri militer yang berada di Tel Aviv.

Dalam pernyataan lanjutan, IRGC menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan operasi militer tersebut.

"Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran tidak akan membiarkan sirene alarm di Israel dan pangkalan AS menjadi hening, dan kami akan melancarkan tahapan balas dendam yang keras melalui serangan yang bertahap," demikian pernyataan IRGC.

Baca juga : CORE Indonesia: Konflik Iran-Israel Berpotensi Dorong Harga Minyak Dunia Tembus US$100 per Barel

Latar Belakang Eskalasi Konflik Iran-AS-Israel

Ketegangan meningkat setelah pada Sabtu pagi (28/2) waktu setempat, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan rangkaian serangan ke sejumlah wilayah Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta korban jiwa di kalangan warga sipil.

Sebagai respons, Iran melakukan serangan balasan menggunakan rudal yang menyasar wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Kabar Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran

Di tengah eskalasi konflik, Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dikonfirmasi wafat akibat serangan rudal gabungan AS-Israel yang menghantam lokasi tempat beliau bekerja.

Pemerintah Iran kemudian menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari serta meliburkan aktivitas kerja selama satu pekan sebagai bentuk penghormatan.

Baik Korps Garda Revolusi Islam maupun Angkatan Darat Iran, melalui pernyataan tertulis masing-masing, menyatakan sumpah untuk membalas kematian Khamenei. (Ant/E-4)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mahfud MD Akui Pahami Pernyataan Dwi Sasetyaningtyas, Saya Marah Pada Anda Tapi Pemerintah Juga Harus Koreksi
• 5 jam laludisway.id
thumb
Cuma Besok! Aneka Sepeda Diskon Gede di Transmart Full Day Sale
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
PGN Batam Bidik 150.000 Sambungan Jargas, Potensi Hemat Subsidi Energi Rp1 Triliun per Tahun
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Imigrasi Cianjur Perkuat Sinergi dengan Pengelola Akomodasi untuk Optimalkan Pengawasan Orang Asing Melalui APOA
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Kasus Campak di Indonesia pada 2025 Tertinggi Kedua di Dunia!
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.