BRUSSELS, KOMPAS.TV — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan di media sosial bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Khamenei telah meninggal. Ia menyebutnya sebagai kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka.
Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran wafat tanpa menunjuk penggantinya. Kondisi ini kemungkinan akan membuat masa depan Iran semakin tidak pasti dan memperburuk kekhawatiran yang sudah berkembang tentang konflik yang lebih luas.
Dewan Keamanan PBB segera menjadwalkan pertemuan darurat untuk membahas serangan AS dan Israel di Iran. Mungkin karena berhati-hati agar tidak memperburuk hubungan yang sudah tegang dengan Trump, banyak negara abstain untuk berkomentar secara langsung atau secara tegas tentang serangan gabungan tersebut, tetapi mengutuk pembalasan serangan yang dilakukan Teheran.
Sama seperti negara-negara Eropa, pemerintah di seluruh Timur Tengah mengutuk serangan Iran terhadap negara-negara tetangga Arab sambil tetap diam mengenai aksi militer AS dan Israel.
Baca Juga: Serangan AS-Israel Bikin Ayatollah Ali Khamenei Terbunuh, Trump Sebut Berkat Kecanggihan Intelijen
Negara-negara lain mengeluarkan pernyataan lebih eksplisit. Australia dan Kanada menyatakan dukungan terbuka untuk serangan AS, sementara Rusia dan China menanggapi dengan kritik langsung.
Dalam sebuah pernyataan, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Kanselir Jerman Friedrich Merz menyerukan AS dan Iran untuk melanjutkan pembicaraan dan mengatakan mereka mendukung penyelesaian melalui negosiasi. Mereka mengatakan negara mereka tidak ikut serta dalam serangan terhadap Iran tetapi menjalin kontak erat dengan AS, Israel, dan mitra di kawasan tersebut.
Ketiga negara tersebut telah memimpin upaya untuk mencapai solusi melalui negosiasi terkait program nuklir Iran.
“Kami mengutuk serangan Iran terhadap negara-negara di kawasan ini dengan sekeras-kerasnya. Iran harus menahan diri dari serangan militer tanpa pandang bulu,” kata mereka.
“Pada akhirnya, rakyat Iran harus diizinkan untuk menentukan masa depan mereka,” tambah mereka.
Kemudian, dalam pertemuan keamanan darurat, Macron mengatakan Prancis tidak diperingatkan maupun terlibat dalam serangan tersebut. Ia menyerukan peningkatan upaya untuk solusi melalui negosiasi, dengan mengatakan tidak ada yang dapat berpikir bahwa masalah program nuklir Iran, aktivitas balistik, dan destabilisasi regional akan diselesaikan hanya dengan serangan.
Liga Arab yang beranggotakan 22 negara menyebut serangan Iran sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan negara-negara yang mengadvokasi perdamaian dan berupaya mencapai stabilitas. Koalisi negara-negara tersebut secara historis mengutuk Israel dan Iran atas tindakan yang menurut mereka berisiko menggoyahkan stabilitas kawasan.
Penulis : Tussie Ayu Editor : Gading-Persada
Sumber : The Associated Press
- komentar pemimpin dunia
- perang iran
- Friedrich Merz
- keir starmer
- kematian khamenei
- serangan as dan israel





