Sukuk Ritel SR024 Terbit Pekan Depan, Berapa Proyeksi Kuponnya?

bisnis.com
9 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Sukuk ritel perdana 2026, SR024 akan mulai ditawarkan pemerintah pada Jumat (6/3/2026). Diterbitkan pada era suku bunga rendah, kalangan analis memprediksi imbal hasil yang ditawarkan produk ini tidak akan jauh berbeda dengan SBN Ritel perdana 2026, ORI029.

Portfolio Manager/Analyst Batavia Prosperindo Aset Manajemen Putri Nur Astiwi, memprediksi imbal hasil dari SR024 akan berada pada level 5,4%—6,0%. Hal itu mempertimbangkan yield SBN di pasar sekunder dengan tenor serupa.

Melansir data Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI), yield SBN bertenor 3 tahun kini telah berada pada level 5,43%. Sementara itu, SBN bertenor 5 tahun menawarkan yield sebesar 5,81%.

“Melihat yield SBN sekunder tenor 3—5 tahun yang berkisar di area 5,4—6,0%, proyeksi kupon SR024 kemungkinan beraada di rentang tersebut,” kata Putri kepada Bisnis, dikutip Minggu (1/3/2026).

Belum lagi, outlook Moody’s dan wanti-wanti S&P terhadap risiko kredit Indonesia, berpotensi mendorong pasar untuk meminta imbal hasil lebih besar. Putri menilai bahwa pemerintah perlu mempertimbangkan imbal hasil yang lebih kompetitif pada penerbitan kali ini.

“Sentimen negatif dari S&P maupun Moody’s dapat menjadi pertimbangan bagi DJPPR untuk menawarkan kupon yang cukup kompetitif agar tetap menarik minat investor, terutama di tengah kondisi pasar yang lebih sensitif terhadap risiko,” katanya.

Menilik data historis, penerbitan SR sebetulnya cukup dinanti pasar. Pada penerbitan SR perdana 2025, SR022 misalnya, DJPPR bahkan membukukan penjualan sebesar 132,57% dari target.

Dari Rp21 triliun target yang ditetapkan pemerintah, pasar cukup agresif menyerap produk ini hingga total penjualan mencapai Rp27,84 triliun.

Realisasi itu bahkan terjadi dalam fakta imbal hasil yang ditawarkan SR022 cenderung kecil dibandingkan dengan kupon yang ditawarkan 2 SBN Ritel lainnya yang terbit pada periode suku bunga 5,75%.

Saat itu, SR022 menawarkan imbal hasil sebesar 6,45% dan 6,55% atau jauh dibandingkan dengan ORI027 sebagai SBN Ritel perdana 2026 yang menawarkan imbal hasil sebesar 6,65%—6,75%.

Namun, kondisinya agak berbeda dengan SR023 yang hanya membukukan penjualan Rp18,73 triliun atau 93,65% dari target. Saat itu, suku bunga BI gencar dipangkas dan membuat SR023 menawarkan imbal hasil sebesar 5,80% dan 5,95%, terpaut cukup jauh dibandingkan SBR014 yang diterbitkan sebelumnya dengan imbal hasil 6,25% dan 6,35%.

Selama jarak penerbitan SBR014 dan SR023, BI memangkas suku bunga hingga 50 bps. Kalangan analis saat itu menilai, pasar masih mengekspektasikan imbal hasil yang sama besarnya dengan SBR014. Tak pelak, SR023 menjadi SBN Ritel yang mencatatkan penjualan terkecil sepanjang 2025.

Baca Juga : BEI: Penerbitan Obligasi dan Sukuk Korporasi Mencapai Rp15,71 Triliun

Namun, kini kondisinya cukup berbeda. Bank Indonesia (BI) telah lama menahan suku bunga, sehingga ekspektasi pasar diprediksi tidak jauh berbeda dengan imbal hasil yang ditawarkan ORI029.

Head of Fixed Income Anugerah Sekuritas Indonesia, Ramdhan Ario Maruto bahkan memprediksikan DJPPR bakal memberikan imbal hasil sebesar 5,40—5,80%. Pasalnya, kondisi pasar dinilai tidak jauh berbeda dibandingkan periode penerbitan ORI029 sebelumnya.

“Antara 5,40 sampai 5,80%. Bisa jadi hampir sama [dengan ORI029] karena memang kondisi pasarnya sendiri tidak jauh berbeda,” kata Ramdhan.

Ihwal peluang serapan pasar, Ramdhan menilai kondisinya cukup positif. Likuiditas domestik dan upaya pendalaman pasar yang dilakukan DJPPR berpotensi memberikan serapan lebih besar terhadap produk ini.

Terlebih, SR024 menjadi SBN Ritel 2026 yang memiliki periode penawaran terpanjang. “Ya harapannya sih bisa terjual sesuai target lah. Apalagi ini kan masa penawarannya cukup panjang, antara sebelum Lebaran sampai setelah Lebaran,” katanya.

Untuk diketahui, SR024 akan ditawarkan pada periode 6 Maret—15 April 2026. Nantinya, imbal hasil secara resmi akan diumumkan oleh Kementerian Keuangan sebelum masa penawaran dimulai. SR biasanya akan menawarkan imbal hasil tetap hingga jatuh tempo.

Berikut Jadwal Tentatif Masa Penawaran Obligasi Ritel 2026: 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Daftar roster ONIC untuk MPL Indonesia season 17
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
PKB Kutuk Pembunuhan Khamenei: Hari Ini Iran Jadi Target, Besok Negara Mana pun Bisa Alami Hal Sama
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
KIP Perintahkan BKN Buka Hasil Tes Wawasan Kebangsaan Eks Pegawai KPK
• 5 jam lalukompas.id
thumb
Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Sosial Rp5,26 Miliar untuk Warga Banyuwangi Jelang Ramadhan
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Kurir Jaringan Ko Erwin Penyuplai 500 Gram Sabu ke AKP Malaungi Ditangkap
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.