Penulis: Intan Kw
TVRINews, Washington DC
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Iran agar tidak meningkatkan serangannya. Peringatan itu disampaikan menyusul ancaman Tehran setelah gugurnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
“Iran baru saja menyatakan bahwa mereka akan menyerang dengan sangat keras hari ini, lebih keras daripada yang pernah mereka lakukan sebelumnya,” tulis Trump di akun Truth Social miliknya, dikutip oleh tvrinews.com, Minggu, 1 Maret 2026.
“MEREKA SEBAIKNYA TIDAK MELAKUKANNYA, KARENA JIKA MEREKA MELAKUKANNYA, KAMI AKAN MENYERANG MEREKA DENGAN KEKUATAN YANG BELUM PERNAH TERLIHAT SEBELUMNYA!” lanjutnya.
Sebagai informasi, Iran dilaporkan menargetkan 27 titik dalam serangannya, termasuk Pangkalan Udara Tel Nof di Israel bagian tengah, markas besar Angkatan Darat Israel, serta sebuah kompleks industri militer di Tel Aviv.
Dalam pernyataannya, Garda Revolusi Iran (IRGC) menegaskan akan melakukan serangan balasan secara bertahap.
"Angakatan Bersenjata Republik Iran tidak akan membiarkan sirene alarm di Israel dan pangkalan AS menjadi hening, dan kami akan melancarkan tahapan balas dendam yang keras melalui serangan yang bertahap," demikian pernyataan IRGC.
Sejumlah ledakan dilaporkan terdengar di berbagai lokasi setelah pengumuman tersebut. Salah satunya ledakan keras di dekat Bandara Erbil, yang menjadi lokasi pangkalan pasukan koalisi pimpinan AS di wilayah otonom Kurdistan Irak. Asap hitam terlihat membumbung dari area sekitar bandara.
Editor: Redaktur TVRINews





