Selat Hormuz Lumpuh Buntut Konflik Iran, Pasokan LNG Global Terancam

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Sedikitnya 11 kapal tanker LNG utama menghentikan pelayaran mereka.

Selat Hormuz Lumpuh Buntut Konflik Iran, Pasokan LNG Global Terancam (FotoL dok AFP)

IDXChannel - Eskalasi konflik di Iran membuat Selat Hormuz sebagai jalur pelayaran paling vital bagi perdagangan liquefied natural gas (LNG) terhenti.

Melansir Investing, Minggu (1/3/2026) sedikitnya 11 kapal tanker LNG utama menghentikan pelayaran mereka. 

Baca Juga:
Ayatollah Ali Tewas dalam Serangan AS-Israel, Iran Umumkan Masa Berkabung 40 Hari

Raksasa pelayaran Jepang, Nippon Yusen Kabushiki Kaisha dan Mitsui OSK Lines Ltd, bahkan memerintahkan armadanya untuk menunggu di perairan aman.

Hal ini memicu kekhawatiran terblokirnya sekitar 20 persen pasokan LNG global yang selama ini melintas di selat sempit tersebut. 

Baca Juga:
Hotel Mewah di Dubai Dihantam Serangan Balasan Iran

Tidak seperti minyak mentah, LNG dalam jumlah besar khususnya dari Qatar tidak dapat dengan mudah dialihkan melalui jaringan pipa alternatif.

Dampak paling cepat dirasakan oleh pembeli Asia. China, India, dan Jepang importir utama energi Qatar dilaporkan berlomba mencari kargo pengganti di pasar spot. Para trader melakukan negosiasi darurat untuk mengamankan pasokan jangka pendek di tengah pasar yang sudah ketat.

Baca Juga:
Sejumlah Negara di Arab Saudi yang Menampung Aset AS Jadi Sasaran Iran

Pelaku pasar memperkirakan lonjakan harga spot LNG berpotensi signifikan, mengancam stabilitas harga energi global yang relatif terjaga sepanjang tahun lalu.

Tekanan tidak hanya terjadi di pasar spot. Banyak kontrak LNG jangka panjang terindeks pada harga minyak mentah. Jika harga Brent melonjak seiring eskalasi konflik, biaya gas dalam kontrak yang sebelumnya aman pun akan meningkat tajam. 

Dampaknya bisa dirasakan langsung oleh rumah tangga maupun sektor manufaktur yang bergantung pada energi. Krisis ini juga memicu risiko teknis pada sisi produksi. 

Fasilitas LNG membutuhkan arus ekspor yang stabil agar sistem pendingin tetap beroperasi optimal. Tanpa keberangkatan kapal secara rutin, produsen di Qatar dan Uni Emirat Arab berpotensi terpaksa memangkas bahkan menghentikan produksi.

Di Mediterania, Israel dilaporkan menutup ladang gasnya, sementara aliran pipa gas Iran ke Turki berada dalam ancaman. Negara-negara seperti Mesir pun terpaksa masuk ke pasar LNG laut yang lebih mahal untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Situasi tersebut berpotensi menciptakan perang penawaran global atas sisa kargo LNG yang tersedia. Baik konflik tetap terlokalisasi maupun meluas, biaya ekonominya diperkirakan akan dirasakan konsumen di seluruh dunia dalam bentuk kenaikan tarif energi dan tekanan inflasi baru.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemimpin Iran Khamenei Tewas, Siapa Bakal Jadi Penerusnya?
• 5 jam laludetik.com
thumb
Serangan Israel dan AS ke Iran, AHY: Mudah-Mudahan Tidak Ganggu Penerbangan 
• 13 jam lalueranasional.com
thumb
Ketua Komisi XI DPR Soroti Program Koperasi Merah Putih dan MBG di Probolinggo
• 14 jam laluliputan6.com
thumb
Hugo Ekitike: Sejujurnya saya bisa mencetak lebih banyak gol
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
BHS Serahkan Hand Traktor untuk Petani Desa Gemurung, Sidoarjo
• 21 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.