Gelombang serangan udara yang mengguncang Iran menelan korban dari jajaran elite militer. Televisi pemerintah Iran melaporkan, dua pejabat pertahanan tertinggi meninggal dunia dalam serangan yang menyasar pertemuan dewan pertahanan nasional.
Mereka adalah Jenderal Abdol Rahim Mousavi Kepala Staf Angkatan Darat dan Jenderal Aziz Nasirzadeh Menteri Pertahanan.
Keduanya dilaporkan berada dalam satu forum strategis bersama pimpinan Garda Revolusi paramiliter Iran serta penasihat keamanan senior, Ali Shamkhani, yang kematiannya telah diumumkan lebih dulu pada Minggu (1/3/2026) pagi.
Serangan ini disebut menargetkan rapat tingkat tinggi yang membahas respons pertahanan nasional di tengah kampanye pengeboman yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel.
Kematian Mousavi dan Nasirzadeh menambah daftar panjang pejabat tinggi Iran yang dilaporkan gugur sejak eskalasi konflik dimulai.
BACA JUGA: Iran Umumkan 40 Hari Berkabung Nasional atas Syahidnya Ali Khamenei
BACA JUGA: Media Pemerintah Iran Sebut Ali Khamenei Meninggal Akibat Serangan AS-Israel
Sehari sebelumnya, Donald Trump Presiden Amerika Serikat mengumumkan bahwa Ayatollah Ali Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran meninggal alam serangan awal.
Sumber yang dikutip media Amerika menyebutkan bahwa sekitar 40 pejabat Iran diyakini tewas pada fase awal operasi militer tersebut, meski angka ini belum dapat diverifikasi secara independen.
Iran Tetapkan 40 Hari Berkabung Nasional
Pemerintah Iran secara resmi menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari atas wafatnya Khamenei. Pengumuman itu disampaikan melalui kantor berita pemerintah, Tasnim News Agency pada Minggu (1/3/2026).
Dalam pernyataannya, pemerintah menyebut Khamenei wafat “syahid” akibat serangan yang mereka kategorikan sebagai aksi terorisme oleh Amerika Serikat dan Israel.
Pernyataan resmi tersebut mengenang kepemimpinan Khamenei selama lebih dari 37 tahun. Ia digambarkan sebagai figur yang membentuk arah politik dan ideologi negara dengan keberanian dan keyakinan kuat.
“Kami menyampaikan belasungkawa kepada Imam Zaman, rakyat Iran, umat Islam di seluruh dunia, serta seluruh masyarakat internasional yang memiliki semangat kebebasan,” demikian pernyataan pemerintah.
Sebagai bentuk penghormatan nasional, pemerintah menetapkan libur umum selama tujuh hari di seluruh wilayah Iran. (saf/faz)




