Waspadai 5 Waktu Tidur yang Dapat Mengurangi Pahala di Ramadan 2026

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Ramadan 2026 menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal saleh. Selama sebulan penuh, Muslim menjalankan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Namun, tidak sedikit yang luput memperhatikan pola tidur selama Ramadan 2026 sehingga berpotensi mengurangi kualitas pahala ibadahnya. Dalam syariat Islam, terdapat waktu-waktu tertentu yang sebaiknya dihindari untuk tidur, terutama saat berpuasa.

Larangan tersebut merujuk pada petunjuk Rasulullah SAW melalui sejumlah hadis. Selain berdampak pada nilai ibadah, pola tidur yang keliru selama Ramadan 2026 juga berpengaruh pada kesehatan fisik dan mental.

Lima Waktu Tidur yang Perlu Dihindari Saat Puasa

Mengutip riwayat yang disampaikan dalam berbagai sumber keislaman, terdapat lima waktu tidur yang dinilai dapat mengurangi kualitas pahala selama Ramadan 2026 sekaligus berdampak kurang baik bagi kesehatan tubuh.

1. Tidur di Pagi Hari Setelah Subuh

Pagi hari, khususnya setelah salat Subuh, merupakan waktu penuh keberkahan. Pada saat itulah malaikat silih berganti menjalankan tugas mencatat amalan manusia. Dalam hadis dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda bahwa malaikat bertemu pada waktu Subuh dan Asar untuk melaporkan amalan hamba kepada Allah SWT.

Tidur setelah Subuh dikhawatirkan membuat seseorang melewatkan waktu produktif yang penuh keberkahan tersebut. Selain aspek spiritual, kebiasaan ini juga dikaitkan dengan risiko kesehatan seperti meningkatnya potensi obesitas, diabetes, penyakit jantung, serta menurunnya konsentrasi. Dalam konteks Ramadan 2026, waktu pagi sebaiknya dimanfaatkan untuk berdzikir, membaca Al Quran, atau memulai aktivitas produktif ringan.

2. Tidur Setelah Salat Asar

Waktu tidur berikutnya yang sebaiknya dihindari adalah setelah salat Asar. Selain berkaitan dengan momentum turunnya malaikat sebagaimana disebutkan dalam hadis, tidur sore juga disebut dalam riwayat Ad-Dailami dapat mengurangi daya aktif akal seseorang.

Rasulullah SAW mengingatkan bahwa siapa yang tidur setelah Asar lalu mengalami gangguan akal, hendaknya tidak menyalahkan selain dirinya sendiri. Dalam praktik Ramadan 2026, waktu menjelang berbuka sebaiknya diisi dengan ibadah seperti membaca Al Quran, berdzikir, atau mempersiapkan menu berbuka, bukan dihabiskan untuk tidur panjang.

 

3. Tidur Sebelum Salat Isya

Rasulullah SAW tidak menyukai kebiasaan tidur sebelum salat Isya dan berbincang-bincang setelahnya. Hal ini diriwayatkan dalam hadis sahih Bukhari. Tidur setelah Maghrib berisiko membuat seseorang melewatkan salat Isya berjamaah yang memiliki pahala besar.

Pada Ramadan 2026, kesempatan memperbanyak ibadah malam seperti tarawih dan tadarus menjadi bagian penting dari peningkatan spiritual. Tidur sebelum Isya dapat menghilangkan peluang meraih pahala tersebut.

4. Tidur Terlalu Larut Malam

Mengutip Kompas.com, Minggu (1/3/2026), begadang tanpa keperluan mendesak hingga sulit bangun sahur juga termasuk kebiasaan yang tidak dianjurkan. Sahur adalah sunnah yang mengandung keberkahan. 

Rasulullah SAW tidak menyukai tidur sebelum Isya dan tidak menyukai bergadang setelahnya agar dapat bangun untuk ibadah malam dan Subuh berjamaah. Jika pada Ramadan 2026 seseorang melewatkan sahur karena begadang, ia kehilangan keberkahan waktu sahur sekaligus berisiko menjalani puasa dalam kondisi fisik kurang optimal.

5. Tidur Sepanjang Hari

Meski terdapat ungkapan bahwa tidur orang berpuasa bernilai ibadah, bukan berarti seseorang dianjurkan tidur sepanjang hari. Tidur berlebihan dapat menyebabkan kemalasan dan berpotensi membuat seseorang meninggalkan salat wajib.

Dari sisi medis, tidur terlalu lama juga memicu sakit kepala, nyeri tubuh, hingga meningkatkan risiko gangguan pembuluh darah. Ramadan 2026 seharusnya menjadi momentum produktif, bukan alasan untuk menghabiskan waktu dalam keadaan pasif.

Dampak Pola Tidur Buruk terhadap Kesehatan

Mengutip Tribun Madura, Lailatul Muniroh, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Surabaya, menjelaskan bahwa pola tidur buruk dapat menimbulkan kantuk berlebih di siang hari. Dampaknya meliputi penurunan konsentrasi, perubahan suasana hati, sakit kepala, hingga melemahnya daya tahan tubuh.

 

Dalam jangka menengah, gangguan tidur juga mengacaukan metabolisme. Hormon stres meningkat sehingga nafsu makan tidak terkendali saat berbuka. Kondisi ini berisiko meningkatkan berat badan dan mengganggu regulasi gula darah selama Ramadan 2026.

Namun, “balas dendam” dengan tidur berlebihan juga tidak dianjurkan. Tidur siang terlalu lama dapat menyebabkan pusing saat bangun dan mengganggu kualitas tidur malam.

Dosen Psikologi Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Fuad Nashori, menambahkan bahwa tidur malam tepat waktu minimal delapan jam sangat penting bagi perkembangan fisik, mental, dan sosial, khususnya remaja. Secara biologis, manusia dirancang aktif saat terang dan beristirahat saat gelap. Proses detoksifikasi alami tubuh berlangsung optimal antara pukul 21.00 hingga 03.00 WIB, dan hanya efektif jika seseorang benar-benar tidur pada jam tersebut.

Tips Menjaga Pola Tidur Sehat Saat Ramadan

Agar Ramadan 2026 berjalan optimal tanpa mengurangi pahala maupun kesehatan, pola tidur perlu diatur secara disiplin. Beberapa langkah yang disarankan antara lain tidur lebih awal setelah aktivitas malam selesai, menghindari penggunaan gawai sebelum tidur, dan tidak begadang tanpa alasan mendesak.

Power nap selama 20–30 menit di siang hari dapat membantu memulihkan energi tanpa mengganggu tidur malam. Selain itu, batasi konsumsi kafein saat berbuka dan sahur agar kualitas istirahat tetap terjaga.

Tetap aktif dengan aktivitas fisik ringan di pagi hari serta mengonsumsi sahur bergizi seimbang juga membantu menjaga ritme tubuh selama Ramadan 2026. Dengan manajemen waktu tidur yang tepat, ibadah puasa tidak hanya bernilai pahala maksimal, tetapi juga menjaga kesehatan secara menyeluruh. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Purbaya Perpanjang Penempatan Dana Pemerintah, BNI: Amunisi Genjot Kredit
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Pelabuhan Gilimanuk Terapkan Retribusi Parkir Digital
• 18 jam lalutvrinews.com
thumb
Israel-AS Serang Iran, Presiden Masoud Pezeshkian dalam Kondisi Sehat
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
3 Fase Ramadan Menurut Wakil Ketua Lazisnu Jatim: Rahmat, Maghfirah dan Pembebasan
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Mahasiswi Dibacok di UIN Suska Riau, Komisi X DPR Kecam Keras: Korban Harus Dapat Pendampingan
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.