Dino Patti Djalal: Upaya RI Jadi Penengah Perang Iran - Israel Tidak Realistis

katadata.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Dino Patti Djalal mengatakan langkah Indonesia untuk menjadi penengah antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS) tidak realistis untuk saat ini.

Dino memaparkan ada tiga alasan mengapa ini langkah tidak realistis. Pertama, AS jarang sekali mau ditengahi pihak ketiga saat melakukan serangan militer ke musuhnya. AS juga tidak mungkin bersedia berkunjung ke Teheran.

"Saya meyakini Presiden Trump tidak ingin Indonesia ikut campur karena mood-nya gelap mata untuk menumbangkan pemerintah Iran," kata Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat ini dalam akun Instagramnya @dinopattidjalal, Minggu (1/3).

Kedua, hubungan antara Indonesia dan Iran tidak begitu dekat dalam beberapa waktu terakhir. Dino menyoroti tidak ada interaksi Presiden Prabowo Subianto dengan Iran, baik lewat kunjungan maupun pertemuan di negara ketiga. 

Ketiga, upaya mediasi berarti Prabowo perlu bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai pihak utama yang menyerang Iran. Hal ini sangat tidak mungkin secara politik, diplomatik, dan logistik.

"Ini akan menjadi bunuh diri politik bagi Presiden Prabowo di dalam negeri," kata Dino.

Menurutnya, Indonesia seharusnya berani mengecam serangan gabungan Israel-AS di Iran. Serangan tersebut bertentangan dengan segala prinsip yang disampaikan Prabowo dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum Persatuan Bangsa-bangsa 2025.

Sebelumnya, Indonesia menyerukan semua pihak menahan diri, mengedepankan dialog dan diplomasi, serta menyatakan siap memfasilitasi perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran guna meredakan ketegangan di Timur Tengah.

Indonesia menyatakan siap memfasilitasi dialog agar kondisi keamanan dan kondusif di kawasan dapat tercipta kembali.

"Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia (Prabowo) bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi,” menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BBWSCC: Hilangnya Situ Jadi Penyebab Banjir Jabodetabek Semakin Parah
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Hanta Yuda Rasyid Bersama Sagha Group Wujudkan Kepedulian Lewat 15.000 Santunan
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
Reza Pahlavi, Putra Shah Terakhir Iran Buka Suara Usai Khamenei Tewas
• 10 jam laludetik.com
thumb
Lima Tuntutan Utama BEM UI untuk Polri dalam Aksi di Depan Mabes
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
AHY Harap Perang Israel-Iran Segera Berakhir: Berefek ke Ekonomi-Energi Dunia
• 21 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.