Aktris Susan Sarandon kesulitan mendapatkan peran di film-film besar Hollywood setelah menyuarakan dukungan terhadap Gaza dan menyerukan gencatan senjata.
Dilansir Variety, pemeran film populer seperti Thelma & Louise, Dead Man Walking, dan The Rocky Horror Picture Show itu mengatakan dirinya dipecat oleh agensi. Susan Sarandon tidak lagi mendapat tawaran peran di Amerika Serikat.
“Saya dipecat oleh agensi saya, khususnya karena berdemonstrasi dan menyuarakan pendapat tentang Gaza, karena meminta gencatan senjata,” kata Sarandon dalam diskusi menjelang penerimaan penghargaan Goya Internasional.
Kondisi itu membuat Sarandon sulit berkarier di Hollywood. Bahkan, menurut Sarandon, tampil di televisi merupakan hal yang mustahil untuknya.
"Saya tidak tahu apakah situasinya sudah berubah akhir-akhir ini. Saya tidak bisa mengerjakan film besar atau apa pun yang berhubungan dengan Hollywood,” tuturnya.
Susan Sarandon Bekerja di Luar Amerika SerikatMeski begitu, Sarandon tidak menyerah. Aktris kelahiran 1946 tersebut kini memilih bekerja di luar Amerika Serikat. Ia menemukan agen di Inggris dan Italia.
'Saya bekerja di sana. Saya baru saja mengerjakan film di Italia, dan bermain di Old Vic selama beberapa bulan,” ucap Sarandon.
Namun, langkahnya tetap tidak mudah. Sarandon mengungkapkan seorang sutradara Italia yang mempekerjakannya sempat mendapat tekanan agar tidak bekerja sama dengannya.
“Saya mengenal seorang sutradara Italia yang baru saja mempekerjakan saya. Ia sempat diberi tahu agar tidak mempekerjakan saya, jadi itu masih terjadi belum lama ini. Namun, ia tidak mengindahkannya,” ungkapnya.
Kini, bintang Stepmom itu lebih banyak terlibat dalam film-film independen bersama sutradara baru. Dalam kesempatan yang sama, Sarandon juga memuji Spanyol atas sikap pemerintah dan sejumlah aktornya yang vokal mendukung Gaza.
“Di tempat di mana kamu merasakan represi dan penyensoran, melihat Spanyol dan melihat presidennya serta apa yang ia katakan dan dukungan yang ia berikan untuk Gaza, serta melihat aktor seperti Javier Bardem bersuara dengan begitu lantang, itu sangat penting bagi kami di Amerika Serikat,” kata Sarandon.





