Jakarta, tvOnenews.com - Pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi, menjawab keraguan dengan penampilan impresif pada balapan utama MotoGP Thailand, Minggu (1/3/2026).
Start dari pole position, Bezzecchi langsung memimpin sejak tikungan pertama dan tak terkejar hingga garis finis.
- Facebook/MotoGP
Pembalap asal Rimini itu sukses menghindari berbagai insiden di lintasan. Usai melewati tikungan pertama di depan Marc Marquez, Bezzecchi secara konsisten memperlebar jarak.
Selepas lap pertama, Marco Bezzecchi sudah unggul hampir satu detik.
Memasuki pertengahan balapan 26 lap dalam kondisi cuaca panas, keunggulannya atas Raul Fernandez yang saat itu berada di posisi kedua mencapai tiga detik.
Di garis finis, jaraknya dengan Pedro Acosta yang finis kedua terpaut 5,5 detik. Bezzecchi juga mencatatkan lap tercepat balapan dengan waktu 1 menit 30,487 detik, sekitar empat persepuluh detik lebih cepat dibanding juara dunia Marc Marquez.
Setelah kembali ke paddock dengan penuh perayaan, Bezzecchi mengungkapkan kepuasannya.
Rekan satu tim Jorge Martin itu mengaku senang terlebih setelah hasil buruk yang didapat di sesi sprint race satu hari sebelumnya.
“Kemarin (sprint race) saya membuat kesalahan kecil yang sayangnya berdampak besar. Hari ini sangat penting untuk bangkit dan semuanya berjalan sempurna," ujar Bezzecchi di laman Crash.
"Start saya sudah sangat baik, setelah itu motor bekerja dengan fantastis. Saya harus berterima kasih kepada tim karena mereka mendukung saya dengan sempurna. Terima kasih juga untuk semua yang mendukung saya dari rumah dan bangun pagi untuk saya!” katanya lagi.
Ia menambahkan bahwa strategi balapnya berjalan sesuai rencana. Namun di sisi lain, Bezzecchi yang unggul jauh hingga finis merasa balapan tak berjalan mudah.
“Saya tahu pace saya bagus. Di satu sisi saya mencoba tetap tenang, tapi pada saat yang sama membangun jarak. Strategi ini berhasil. Namun balapan ini tidak mudah; memahami ban dan menggunakannya dengan benar menjadi tantangan hingga akhir.”
Tanggapi Dominasi Aprilia di ThailandMeski Aprilia tampil dominan dengan menempatkan empat motor di posisi lima besar, Bezzecchi memilih meredam ekspektasi soal perebutan gelar.




