FAJAR, MAKASSAR — Pasar modal di Sulawesi Selatan menunjukkan tren penguatan sepanjang 2025. Peningkatan jumlah investor dan nilai transaksi menjadi indikator bahwa minat masyarakat terhadap instrumen investasi semakin tinggi.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar, Mochammad Muchlasin, menyampaikan bahwa jumlah investor atau Single Investor Identification (SID) di Sulsel per Desember 2025 tercatat mencapai 525.596 SID. Angka tersebut tumbuh 31,23 persen secara tahunan (year on year/yoy).
“Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa literasi dan inklusi keuangan di sektor pasar modal semakin membaik. Masyarakat Sulawesi Selatan semakin memahami pentingnya investasi sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang,” ujar Muchlasin, Minggu, 1 Maret 2026.
Ia menjelaskan, pertumbuhan tertinggi terjadi pada portofolio saham yang meningkat 40,46 persen. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, akumulasi nilai transaksi saham di Sulsel mencapai Rp39,90 triliun (year to date/ytd).
Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan optimisme investor daerah di tengah dinamika perekonomian nasional maupun global. Aktivitas transaksi yang tetap terjaga juga menandakan kepercayaan masyarakat terhadap instrumen pasar modal.
Muchlasin menegaskan, OJK bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan akan terus mendorong penguatan pasar modal yang sehat dan berkelanjutan. Langkah tersebut dilakukan melalui percepatan reformasi pasar modal Indonesia secara menyeluruh.
“Fokus kami adalah memperkuat likuiditas pasar, meningkatkan transparansi, serta menjaga kepercayaan investor. Dengan demikian, pasar modal dapat semakin berperan sebagai sumber pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.
Selain itu, OJK Sulselbar juga terus menggencarkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk generasi muda dan pelaku UMKM, agar semakin banyak pihak yang memahami manfaat dan risiko investasi di pasar modal.
Dengan tren pertumbuhan yang solid tersebut, pasar modal di Sulawesi Selatan dinilai memiliki ruang ekspansi yang masih terbuka lebar, terutama didukung oleh struktur demografi produktif dan meningkatnya pemanfaatan platform digital dalam berinvestasi. (edo)





