JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mewaspadai serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran. Sebab, serangan tersebut akan berdampak terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan dunia.
“Kita melihat bagaimana dinamika konstelasi yang terjadi antara Amerika, Israel, dan Iran yang tentunya ini akan berdampak terhadap stabilitas ekonomi dunia, termasuk juga tentunya stabilitas keamanan dunia,” kata Sigit dalam acara Buka Puasa Bersama antara Kapolri Keluarga Besar KSBSI, di Gedung Tri Brata, Jakarta, Minggu (1/3/2026).
Baca juga: JK Wanti-wanti Dampak Serangan AS ke Iran, Harga Minyak Naik dan Kelangkaan BBM
“Dan ini tentunya menjadi masalah yang tentunya kita juga harus waspada,” sambungnya.
Sigit mengatakan, ketegangan di Timur Tengah ini akan berdampak terhadap situasi di dalam negeri. Dia pun meminta semua pihak harus bersiap dan melakukan berbagai upaya untuk menghadap situasi global.
“Tentunya tekanan di bidang ekonomi, ditambah juga adanya perkembangan teknologi, ini juga tentunya berdampak kepada sektor-sektor yang terkait dengan ketenagakerjaan. Hubungan industrial juga tentunya menjadi terganggu karena dampak dari situasi global yang kemudian juga berdampak kepada situasi yang ada di dalam negeri,” ujarnya.
Selain itu, kata dia, seluruh pihak yang bergerak di bidang tenaga kerja harus waspada dan bertahan di tengah situasi tersebut.
“Di satu sisi bagaimana kemudian kita mencari solusi-solusi untuk kemudian kita semuanya bisa survive menghadapi situasi dan eh konstelasi yang kemudian berdampak ke segala sektor,” ucap dia.
Baca juga: Iran Apresiasi Dukungan Indonesia, Sambut Prabowo Jadi Mediator
Diberitakan sebelumnya, Israel menyerang Teheran, Iran, pada Sabtu (28/2/2026) pagi. Setelah serangan itu, Israel menutup wilayah udaranya dan menetapkan keadaan darurat.
Dikutip dari The Guardian, Israel menutup wilayah udara untuk mengantisipasi kemungkinan serangan balasan Iran dengan drone dan rudal.
Juru bicara militer Israel menyatakan, serangan tersebut merupakan langkah pendahuluan untuk menghilangkan ancaman terhadap negaranya. Sementara itu, kantor berita Agence France-Presse melaporkan adanya dua ledakan yang terdengar di Teheran.
Baca juga: Selat Hormuz Terancam Konflik AS–Iran, Pakar Wanti-wanti Lonjakan Harga Minyak
Laporan Associated Press menyebutkan, serangan terjadi di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Amerika Serikat (AS) disebut turut terlibat dalam serangan tersebut.
Informasi itu disampaikan oleh sejumlah pejabat AS dan sumber lain yang mengetahui operasi tersebut. Serangan itu terjadi saat AS mengerahkan armada besar jet tempur dan kapal perang ke kawasan tersebut untuk menekan Iran agar mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.
Baca juga: Prabowo Siap Jadi Mediator Iran-AS, JK: Niat Baik, tapi Dunia Ditentukan Amerika
Kantor berita Tasnim dan Fars mengonfirmasi kematian Ayatollah Ali Khamenei. Namun, tidak ada detail seputar kematiannya yang diumumkan.
Menyusul kematian Khamenei, Iran mendeklarasikan 40 hari masa berkabung dan tujuh hari hari libur nasional.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




