PKB Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran: Pukulan Serius Bagi Hukum Internasional

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan militer di Teheran.

PKB menilai peristiwa tersebut bukan hanya tragedi bagi Iran, tetapi juga ancaman serius bagi tatanan hukum internasional dan stabilitas global.

Baca juga: Kapolri Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran

Ketua Departemen Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional DPP PKB, Luluk Nur Hamidah, mengatakan, berdasarkan berbagai laporan internasional, serangan tersebut dilakukan oleh Israel dengan dukungan Amerika Serikat.

“Peristiwa ini bukan hanya tragedi bagi Iran, tetapi juga pukulan serius bagi hukum internasional dan tatanan global yang selama ini dijunjung bersama,” kata Luluk dalam konferensi pers di kantor DPP PKB, Minggu (1/3/2026).

PKB mengutuk keras praktik pembunuhan politik melalui operasi militer terhadap pemimpin negara berdaulat.

Menurut Luluk, tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dalam hukum internasional maupun norma kemanusiaan.

“Serangan yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat ini tidak dapat dibenarkan dalam hukum internasional, tidak dapat diterima dalam norma kemanusiaan, dan berpotensi menciptakan preseden berbahaya bagi stabilitas dunia,” ujarnya.

Baca juga: JK Wanti-wanti Dampak Serangan AS ke Iran, Harga Minyak Naik dan Kelangkaan BBM

Luluk mengingatkan, jika praktik semacam ini dibiarkan, dunia akan bergerak menuju sistem internasional yang diatur oleh kekuatan militer, bukan oleh hukum.

“Hari ini Iran menjadi target. Besok, negara mana pun dapat mengalami hal yang sama. Ketika pembunuhan terhadap pemimpin negara dianggap sah, maka tidak ada lagi jaminan keamanan bagi bangsa mana pun,” tegasnya.

PKB juga menyoroti ketiadaan sanksi tegas terhadap berbagai pelanggaran kemanusiaan sebelumnya, khususnya yang melibatkan Israel dalam tragedi kemanusiaan di Palestina.

Baca juga: Prabowo Siap Jadi Mediator Iran-AS, JK: Niat Baik, tapi Dunia Ditentukan Amerika

Menurut Luluk, standar ganda dalam penegakan hukum internasional telah membuka ruang bagi eskalasi kekerasan yang semakin luas.

“Ketika standar ganda dipelihara, agresi akan terus berulang. Ketika keadilan tidak ditegakkan secara konsisten, konflik akan semakin meluas,” ucapnya.

PKB menegaskan bahwa kemanusiaan tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan geopolitik maupun dominasi kekuatan militer. “Dunia membutuhkan keadilan yang universal, bukan hukum yang hanya berlaku bagi yang lemah,” ujar Luluk.

Dalam pernyataannya, PKB juga menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa dan komunitas internasional untuk melakukan penyelidikan independen dan transparan atas serangan tersebut.

Baca juga: Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Tewas, JK: Kita Bersedih

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Selain itu juga menjatuhkan sanksi tegas tanpa standar ganda, mendorong de-eskalasi konflik serta jalur diplomasi, dan melindungi warga sipil dari dampak konflik di kawasan Timur Tengah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pang Suma dan Perang Majang Desa: Ketika Pedalaman Kalbar Mengguncang Jepang
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Polri Bongkar Tambang Ilegal dan Penyelundupan Pasir Timah ke Malaysia, 7 Tersangka Diamankan
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Daftar Harga Emas Antam Termurah Rp3,02 Juta per Gram, Termahal Rp3,08 Juta per Gram
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
Jadwal Imsakiyah Kota Bogor Senin 2 Maret 2026
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026 Bisa Diamati di Indonesia
• 17 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.