JAKARTA, KOMPAS.TV - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta semua pihak menjaga kondusivitas dan stabilitas Ibu Kota di tengah dinamika global.
Hal tersebut disampaikan Pramono menanggapi serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran saat menghadiri acara Safari Ramadan 1447 H bersama Ulama dan Umara se-DKI Jakarta di Pondok Pesantren Al Hamid Putra, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (28/2/2026).
“Pasti kondisi dunia sedang tidak baik-baik saja. Mari kita bersama-sama menjaga Jakarta. Ini menjadi tugas kita bersama," kata Pramono Anung dalam rilis Pemprov DKI, Minggu (1/3/2026).
"Saya betul-betul berharap keteduhan, kenyamanan, keselamatan, kegembiraan, dan kebahagiaan warga Jakarta perlu kita jaga bersama."
Baca Juga: Demonstran Pakistan Geruduk Konsulat AS Usai Pembunuhan Khamenei, 9 Orang Tewas Ditembak
Menurut Pramono, eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi berdampak hingga ke Jakarta. Konflik dinilai dapat memengaruhi stabilitas harga, termasuk kebutuhan pokok jelang hari raya Idulfitri.
Pemprov DKI pun disebutnya senantiasa memantau perkembangan situasi global dan melakukan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.
“Situasi global tentu bisa berdampak pada kenaikan harga barang. Karena itu, kami akan terus memantau perkembangan dan memastikan Jakarta tetap stabil,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Pramono juga menyampaikan agenda Jakarta Ramadan Festival yang akan berlangsung hingga tanggal 31 Maret mendatang.
“Saya telah membuka Jakarta Ramadan Festival di Bundaran HI. Untuk pertama kalinya, 1.300 rebana bersama-sama melantunkan lagu-lagu syiar Islam," kata Pramono Anung.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- pramono anung
- dampak serangan as iran
- pemprov dki jakarta
- iran
- jaga jakarta





