Jakarta (ANTARA) -
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meyakini Jakarta International Stadium (JIS) akan menjadi simbol masa depan Jakarta karena stadion bertaraf internasional itu memiliki lokasi strategis, berdekatan dengan pusat hiburan keluarga di Ancol serta aktivitas ekonomi di Pelabuhan Tj Priok..
“Saya meyakini bahwa masa depan Jakarta ada di tempat ini,” kata dia saat membuka JIS Ramadhan Festival 2026 di Jakarta, Minggu.
Ia mengatakan lokasi tersebut sangat vital. Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui PT Jakpro sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menghubungkan stadion ini dengan kawasan Ancol melalui pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Ancol.
Menurut dia, persoalan utama di kawasan JIS saat menggelar pertandingan sepak bola Persija Jakarta, pertandingan Timnas Indonesia, laga internasional, maupun konser internasional adalah kemacetan.
Karena itu, lanjutnya, hal pertama yang harus dikerjakan adalah menghubungkan kawasan JIS dengan Ancol melalui JPO.
Menurut dia, dengan adanya JPO, penonton dapat memarkir kendaraan di kawasan Ancol yang memiliki kapasitas menampung puluhan ribu kendaraan, baik mobil maupun motor.
Selain itu, untuk melayani penonton yang menggunakan transportasi umum dari berbagai penjuru Jakarta menuju kawasan JIS, dibutuhkan moda transportasi yang memadai.
Nantinya akan dibangun stasiun KRL khusus di bawah stadion yang terhubung dengan stasiun lainnya di pusat kota.
“Ini akan menjadi solusi bagi kemacetan yang kerap terjadi ketika ada event di stadion ini,” kata dia.
Ia mengatakan JIS merupakan stadion internasional yang dibangun tidak hanya untuk menggelar pertandingan sepak bola, tetapi juga konser sebagai hiburan bagi warga Jakarta.
“JIS merupakan kebanggaan dan stadion bertaraf internasional yang dapat dimanfaatkan secara luas oleh warga Jakarta,” kata dia.
Sebelumnya, PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro menyatakan pembangunan JPO yang menghubungkan JIS dengan kawasan wisata Ancol mengusung filosofi kearifan lokal Betawi, terinspirasi dari ikat kepala khas Betawi.
“JPO JIS–Ancol terinspirasi dari ikat kepala khas Betawi yang melambangkan persatuan ornamen Gigi Balang sebagai simbol kejujuran dan keberanian, serta corak loreng macan yang merepresentasikan kekuatan,” kata Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda), Iwan Takwin di Jakarta, Jumat.
Ia mengatakan pendekatan ini memastikan harmoni visual kawasan sekaligus menegaskan identitas Jakarta sebagai kota global yang modern, namun tetap berakar pada nilai lokal. Menurut dia, dengan konsep desain yang menyatu, JPO ini bukan sekadar jalur penyeberangan, melainkan elemen pengalaman kawasan.
“Desain JPO JIS–Ancol mengadopsi elemen visual utama stadion, menciptakan aliran ruang yang menyatu dari area JIS hingga pesisir Ancol,” kata dia.
Selain itu, pada malam hari JPO akan dilengkapi sistem pencahayaan yang terintegrasi dengan skema lampu stadion sehingga menghadirkan lanskap visual ikonik di utara Jakarta.
Baca juga: Pramono minta Jakpro jadikan JIS lebih dekat dan bermanfaat bagi warga Priok
Baca juga: Pramono minta Jakpro jadikan JIS lebih dekat dan bermanfaat bagi warga Priok
Baca juga: DKI kemarin, dua akses Taman Kota Cawang ditutup hingga cegah tawuran
Baca juga: Jakpro gelar JIS Ramadhan Fest pada 28 Februari-1 Maret 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meyakini Jakarta International Stadium (JIS) akan menjadi simbol masa depan Jakarta karena stadion bertaraf internasional itu memiliki lokasi strategis, berdekatan dengan pusat hiburan keluarga di Ancol serta aktivitas ekonomi di Pelabuhan Tj Priok..
“Saya meyakini bahwa masa depan Jakarta ada di tempat ini,” kata dia saat membuka JIS Ramadhan Festival 2026 di Jakarta, Minggu.
Ia mengatakan lokasi tersebut sangat vital. Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui PT Jakpro sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menghubungkan stadion ini dengan kawasan Ancol melalui pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Ancol.
Menurut dia, persoalan utama di kawasan JIS saat menggelar pertandingan sepak bola Persija Jakarta, pertandingan Timnas Indonesia, laga internasional, maupun konser internasional adalah kemacetan.
Karena itu, lanjutnya, hal pertama yang harus dikerjakan adalah menghubungkan kawasan JIS dengan Ancol melalui JPO.
Menurut dia, dengan adanya JPO, penonton dapat memarkir kendaraan di kawasan Ancol yang memiliki kapasitas menampung puluhan ribu kendaraan, baik mobil maupun motor.
Selain itu, untuk melayani penonton yang menggunakan transportasi umum dari berbagai penjuru Jakarta menuju kawasan JIS, dibutuhkan moda transportasi yang memadai.
Nantinya akan dibangun stasiun KRL khusus di bawah stadion yang terhubung dengan stasiun lainnya di pusat kota.
“Ini akan menjadi solusi bagi kemacetan yang kerap terjadi ketika ada event di stadion ini,” kata dia.
Ia mengatakan JIS merupakan stadion internasional yang dibangun tidak hanya untuk menggelar pertandingan sepak bola, tetapi juga konser sebagai hiburan bagi warga Jakarta.
“JIS merupakan kebanggaan dan stadion bertaraf internasional yang dapat dimanfaatkan secara luas oleh warga Jakarta,” kata dia.
Sebelumnya, PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro menyatakan pembangunan JPO yang menghubungkan JIS dengan kawasan wisata Ancol mengusung filosofi kearifan lokal Betawi, terinspirasi dari ikat kepala khas Betawi.
“JPO JIS–Ancol terinspirasi dari ikat kepala khas Betawi yang melambangkan persatuan ornamen Gigi Balang sebagai simbol kejujuran dan keberanian, serta corak loreng macan yang merepresentasikan kekuatan,” kata Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda), Iwan Takwin di Jakarta, Jumat.
Ia mengatakan pendekatan ini memastikan harmoni visual kawasan sekaligus menegaskan identitas Jakarta sebagai kota global yang modern, namun tetap berakar pada nilai lokal. Menurut dia, dengan konsep desain yang menyatu, JPO ini bukan sekadar jalur penyeberangan, melainkan elemen pengalaman kawasan.
“Desain JPO JIS–Ancol mengadopsi elemen visual utama stadion, menciptakan aliran ruang yang menyatu dari area JIS hingga pesisir Ancol,” kata dia.
Selain itu, pada malam hari JPO akan dilengkapi sistem pencahayaan yang terintegrasi dengan skema lampu stadion sehingga menghadirkan lanskap visual ikonik di utara Jakarta.
Baca juga: Pramono minta Jakpro jadikan JIS lebih dekat dan bermanfaat bagi warga Priok
Baca juga: Pramono minta Jakpro jadikan JIS lebih dekat dan bermanfaat bagi warga Priok
Baca juga: DKI kemarin, dua akses Taman Kota Cawang ditutup hingga cegah tawuran
Baca juga: Jakpro gelar JIS Ramadhan Fest pada 28 Februari-1 Maret 2026




