Pantau - Pemerintah China mengecam keras serangan Amerika Serikat dan Israel yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei pada Sabtu (28/2) dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan Iran.
Dinilai Langgar Piagam PBBJuru Bicara Kementerian Luar Negeri China menyatakan serangan dan pembunuhan terhadap pemimpin tertinggi Iran bertentangan dengan tujuan dan prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa serta norma dasar hubungan internasional.
Beijing mendesak seluruh operasi militer segera dihentikan dan tidak ada eskalasi lebih lanjut di kawasan.
Pemerintah China juga menyerukan upaya bersama untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah maupun secara global.
Media pemerintah Iran mengonfirmasi Khamenei tewas dalam serangan yang menyasar Teheran dan menyebut ia berada di kantornya saat serangan terjadi.
Sejumlah laporan menyebut beberapa anggota keluarganya turut menjadi korban dalam serangan tersebut.
Iran Luncurkan Serangan BalasanKhamenei memimpin Iran sejak 1989 setelah sebelumnya menjabat sebagai presiden pada periode 1981 hingga 1989.
Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari serta meliburkan aktivitas kerja selama satu pekan.
Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan ratusan korban jiwa dan luka-luka serta menewaskan sejumlah pejabat militer tinggi Iran.
Sebagai respons Iran melancarkan serangan balasan ke sejumlah target di Israel dan instalasi militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Gelombang demonstrasi terjadi di berbagai kota di Iran termasuk Teheran, Qom, dan Mashhad dengan warga membawa bendera dan poster Khamenei serta menyerukan kecaman terhadap Amerika Serikat dan Israel.




