Bisnis.com, BATAM – Penerbangan umrah dari Batam dipastikan tetap berjalan di tengah eskalasi militer di Timur Tengah, setelah AS-Israel menyerang Iran dan dikabarkan menewaskan pemimpin tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Penjabat Sementara (Pjs.) Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB), Annang Setia Budhi, menegaskan hingga saat ini operasional penerbangan umrah dari Bandara Internasional Batam masih berlangsung normal.
"Setelah dikonfirmasi ke unit terkait, saat ini penerbangan tersebut masih aman,” ujar Annang saat dikonfirmasi di Batam, Minggu (1/3/2026).
Dia menjelaskan, pihak bandara terus berkoordinasi dengan maskapai dan otoritas penerbangan untuk memantau perkembangan situasi global, khususnya yang berkaitan dengan jalur penerbangan menuju kawasan Timur Tengah.
Menurut dia, keselamatan dan keamanan penumpang menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan kebijakan operasional. Apabila terdapat perubahan situasi yang berdampak langsung terhadap penerbangan, pihaknya akan segera menyampaikan informasi resmi kepada masyarakat dan calon jemaah.
Sebelumnya diketahui, ketegangan yang memuncak di Timur Tengah turut berpengaruh terhadap jadwal keberangkatan dan kepulangan jemaah umrah Indonesia, baik yang saat ini berada di Arab Saudi maupun yang masih berada di Tanah Air dan tengah menunggu jadwal keberangkatan.
Baca Juga
- Ali Khamenei Tewas usai Serangan AS-Israel, Iran Masuk Masa Transisi
- Trump Kirim Serangan Paling Mematikan dalam Sejarah AS ke Iran
- Televisi Iran Konfirmasi Tewasnya Ayatollah Ali Khamenei Usai Serangan AS
Berdasarkan laporan melalui Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), tercatat sekitar 58.873 jemaah umrah Indonesia saat ini masih berada di Arab Saudi. Pemerintah memastikan seluruh jemaah dalam kondisi terpantau melalui koordinasi intensif dengan perwakilan dan otoritas setempat.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Puji Raharjo, menyampaikan bahwa pemerintah terus memonitor perkembangan situasi secara cermat.
“Kami mengimbau kepada seluruh jemaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini,” ujar Puji Raharjo di Jakarta, Sabtu (28/2/2026).
Dia juga meminta agar seluruh PPIU senantiasa menjalin komunikasi aktif dengan Kantor Urusan Haji (KUH), KJRI Jeddah, maupun KBRI Riyadh guna memastikan setiap perkembangan dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.
"Kemenhaj terus berkoordinasi dengan instansi terkait, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi, untuk memastikan keamanan dan keselamatan jemaah umrah Indonesia tetap menjadi prioritas utama," tegasnya.





