Ponorogo, Jawa Timur (ANTARA) - Aparat Polres Ponorogo, Jawa Timur menangani kasus ledakan petasan rakitan yang menewaskan seorang remaja di Dukuh Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo pada Minggu sekitar pukul 17.00 WIB.
Korban meninggal diketahui berinisial R (16), warga Desa Plosojenar.
Satu korban lainnya, T, warga Kecamatan Sukorejo mengalami luka serius dan kini menjalani perawatan intensif di RSUD Bantarangin.
Petugas Satreskrim Polres Ponorogo yang mendapat laporan peristiwa itu langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti ledakan.
Sejumlah barang bukti turut diamankan guna kepentingan penyelidikan.
Baca juga: Kasus pelemparan petasan ke pengemudi angkutan diselesaikan restoratif
Saksi mata, Siswanto, mengatakan ledakan terdengar sangat keras hingga mengagetkan warga sekitar. Saat kejadian, ia berada tidak jauh dari lokasi.
"Saya mendengar suara ledakan sangat keras, lalu langsung menuju lokasi," ujarnya.
Saat tiba, ia melihat kondisi rumah rusak parah dan dua korban tergeletak di bagian depan rumah.
Warga lainnya, Endra Dwiono, menyebut suara ledakan terdengar hingga sekitar tiga kilometer dari lokasi kejadian.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih mendalami dugaan bahwa ledakan berasal dari petasan rakitan.
Aparat mengimbau masyarakat untuk tidak membuat maupun menyalakan petasan karena berisiko membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain.
Baca juga: Korban ledakan petasan di Situbondo bertambah menjadi dua orang
Korban meninggal diketahui berinisial R (16), warga Desa Plosojenar.
Satu korban lainnya, T, warga Kecamatan Sukorejo mengalami luka serius dan kini menjalani perawatan intensif di RSUD Bantarangin.
Petugas Satreskrim Polres Ponorogo yang mendapat laporan peristiwa itu langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti ledakan.
Sejumlah barang bukti turut diamankan guna kepentingan penyelidikan.
Baca juga: Kasus pelemparan petasan ke pengemudi angkutan diselesaikan restoratif
Saksi mata, Siswanto, mengatakan ledakan terdengar sangat keras hingga mengagetkan warga sekitar. Saat kejadian, ia berada tidak jauh dari lokasi.
"Saya mendengar suara ledakan sangat keras, lalu langsung menuju lokasi," ujarnya.
Saat tiba, ia melihat kondisi rumah rusak parah dan dua korban tergeletak di bagian depan rumah.
Warga lainnya, Endra Dwiono, menyebut suara ledakan terdengar hingga sekitar tiga kilometer dari lokasi kejadian.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih mendalami dugaan bahwa ledakan berasal dari petasan rakitan.
Aparat mengimbau masyarakat untuk tidak membuat maupun menyalakan petasan karena berisiko membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain.
Baca juga: Korban ledakan petasan di Situbondo bertambah menjadi dua orang





