KUALA LUMPUR, KOMPAS.TV - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengecam pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel. Anwar menegaskan pembunuhan ini menjadi preseden berbahaya bagi tatanan hukum internasional.
Anwar Ibrahim pun menyampaikan belasungkawa atas terbunuhnya Khamenei terhadap masyarakat Iran. Menurutnya, tindakan AS-Israel berpotensi menciptakan instabilitas yang berkelanjutan.
"Mereka yang menyambut kematian beliau dengan persetujuan harus menyadari konsekuensi dari aksi semacam itu. Ancaman-ancaman eksistensial tidak akan menghasilkan reaksi yang dapat diprediksi," kata Anwar Ibrahim dalam pernyataan melalui media sosial X, Minggu (1/3/2026).
"Serangan terhadap kepala negara secara sengaja menimbulkan preseden berbahaya serta melemahkan norma-norma dan prinsip-prinsip yang mendasari tatanan internasional."
Baca Juga: Kedubes Iran Apresiasi Kesiapan Prabowo Jadi Mediator, tapi Minta Ketegasan RI Kecam Agresi
Lebih lanjut, PM Malaysia menyatakan pemerintahannya sedang meninjau dampak ekonomi dari serangan AS-Israel ke Iran. Anwar menyebut konflik ini berdampak langsung terhadap perdagangan dan keamanan energi Malaysia.
Anwar Ibrahim pun mendesak pihak-pihak terkait segera mencapai gencatan senjata dan menyelesaikan masalah melalui dialog.
"Malaysia mendesak gencatan senjata segera, perlindungan warga sipil, dan kembali ke dialog yang serius. Krisis ini tidak bisa diselesaikan dengan kekuatan. Ini membutuhkan diplomasi, pengendalian diri, dan niat politik," kata Anwar Ibrahim.
Ali Khamenei diketahui terbunuh dalam operasi gabungan AS dan Israel di Teheran, Sabtu (28/2). Serangan gabungan AS dan Israel turut membunuh sejumlah anggota keluarga Khamenei.
Sejumlah pemimpin dunia, di antaranya China dan Rusia, mengecam tindakan AS dan Israel yang membunuh Pemimpin Tertinggi Iran.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- anwar ibrahim
- pembunuhan khamenei
- anwar ibrahim kecam pembunuhan khamenei
- malaysia
- serangan as israel ke iran





