PKB Nilai Dibunuhnya Khamenei Jadi Momentum Evaluasi Keterlibatan Indonesia di BoP

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menilai insiden dibunuhnya pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei harus menjadi momentum bagi Indonesia untuk mengevaluasi keterlibatannya dalam Board of Peace (BoP). PKB menegaskan, peristiwa tersebut bukan sekadar dinamika geopolitik biasa, melainkan ujian terhadap konsistensi politik luar negeri Indonesia yang berlandaskan amanat konstitusi dan keberpihakan moral.

Ketua Deplu dan Kerjasama Internasional DPP PKB Luluk Nur Hamidah mengatakan, sebagai bangsa yang memiliki pengalaman panjang dalam kolonialisme, Indonesia memahami pentingnya menjaga martabat dan kedaulatan negara.

Baca Juga
  • Iran Balas Hujani Israel dengan Rudal, Sembilan Tewas
  • Mantan Presiden Iran Ahmadinejad Dilaporkan Gugur dalam Serangan AS-Zionis di Narmak
  • Iran Secepatnya Putuskan Pemimpin Tertinggi Baru Usai Khamenei Gugur, Majelis Ahli Berkumpul

“Kita memberikan hormat dan sangat menyayangkan, serta menyampaikan duka cita yang sangat dalam bahwa pemimpin tertinggi Iran terbunuh karena ada agresi militer yang dilakukan oleh rezim Zionis Israel dengan dukungan Amerika Serikat. Kita bersama Iran pada saat ini,” kata Luluk saat jumpa pers di kantor DPP PKB, Ahad (1/3/2026).

Menurut dia, situasi pasca-serangan tersebut menjadi tantangan serius bagi kredibilitas BoP. Ia mempertanyakan apakah BoP benar-benar hadir untuk menciptakan keadilan dan perdamaian global atau justru memiliki agenda politik tertentu.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

“Kalau BoP bisa berdiri tegak lurus dengan tujuannya menciptakan keadilan dan perdamaian global, tentu akan ada sikap tegas dari pimpinan negara-negara yang tergabung di dalamnya. Kalau tidak, kredibilitasnya bisa menurun,” katanya.

Luluk menegaskan, BoP bukanlah substitusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Indonesia, lanjutnya, tetap berharap PBB berada di garis depan dalam mencegah eskalasi konflik yang lebih luas. Ia juga mengingatkan agar perhatian terhadap konflik Iran tidak mengalihkan fokus Indonesia terhadap isu Palestina.

“Apa yang terjadi di Iran tidak boleh mendistraksi perhatian kita bahwa di Gaza dan Palestina ada tragedi kemanusiaan yang sangat meluas,” ujarnya.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Imsak dan Buka Puasa 2 Maret 2026 di Jakarta dan Sekitarnya
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Israel Lanjutkan Gelombang Serangan, Langit Teheran Dipenuhi Asap
• 8 jam laludetik.com
thumb
Maskapai yang Batal Terbang ke Timur Tengah Imbas As-Israel vs Iran
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Mencekam, WNI di Doha Bagikan Momen Ledakan Bersahutan Rudal Iran yang Dicegah Qatar
• 21 jam laludisway.id
thumb
Ayatollah Ali Tewas dalam Serangan AS-Israel, Iran Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
• 16 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.