PRESIDEN Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa kepemimpinan baru Iran ingin berbicara dengan pemerintahannya dan ia berencana untuk melakukannya.
“Mereka ingin berbicara dan saya setuju untuk berbicara, jadi saya akan berbicara dengan mereka,” kata Trump, dikutip oleh majalah The Atlantic.
“Mereka seharusnya melakukannya lebih cepat. Mereka seharusnya memberikan langkah yang sangat praktis dan mudah dilakukan lebih awal. Mereka menunggu terlalu lama,” tambahnya.
Baca juga : AS Konfirmasi 3 Anggota Militer Tewas dalam Operasi terhadap Iran, 5 Lainnya Luka-luka
Trump tidak memberikan komentar mengenai kapan percakapan tersebut akan berlangsung.
Iran Terbuka
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, mengatakan kepada rekannya dari Oman, Badr bin Hamad Al Busaidi, bahwa Teheran terbuka untuk setiap “upaya serius meredakan ketegangan,” menurut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Oman.
Oman telah bertindak sebagai mediator dalam pembicaraan nuklir terbaru antara Iran dan Amerika Serikat, dan Al Busaidi bertemu dengan Wakil Presiden AS JD Vance di Washington pada Jumat.
Araqchi juga menyebut bahwa serangan gabungan AS-Israel merupakan “penyebab meningkatnya ketegangan dan kepanikan di kawasan,” menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Oman. (Aljazeera/P-3)





