TABLOIDBINTANG.COM - Penggemar Taylor Swift geram terhadap Spotify setelah platform streaming tersebut dianggap ikut mempromosikan komentar bernada kebencian terhadap sang idola.
Kontroversi bermula ketika Spotify me-repost video dari TikTok yang merayakan lagu "Driver Licens"e milik Olivia Rodrigo berhasil menduduki posisi nomor satu dalam daftar lagu terhebat di layanan streaming. Spotify bahkan menambahkan komentar, “#1 dan layak.”
Namun, yang luput dari perhatian—atau dianggap diabaikan—adalah fakta bahwa kreator video tersebut menggunakan kemenangan Rodrigo untuk merendahkan Swift.
Dalam video itu, kreator mengklaim bahwa Swift, 36 tahun, bakal kesal karena Rodrigo berada di atasnya dalam daftar tersebut. Ia bahkan melontarkan komentar sarkastik bahwa pelantun "Shake It Off" itu “mengunyah sepotong kayu di suatu tempat.”
Tak berhenti di situ, kreator tersebut juga membandingkan musik keduanya. Meski mengakui Swift dan Rodrigo sama-sama penulis lagu yang catchy, ia menyebut "Shake It Off" sebagai jenis lagu yang lebih buruk.
Setelah komentar Spotify muncul, sang kreator justru merayakan hal itu sebagai bentuk validasi dan menyebut tim media sosial Spotify seolah-olah sepakat dengan opininya.
Para Swifties—sebutan untuk penggemar Taylor Swift—langsung bereaksi keras. Mereka mendesak Spotify untuk mencabut komentar tersebut dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka karena dianggap menyebarkan narasi tidak sopan dan misoginis terhadap sang bintang.
Seorang pengguna di platform X menulis, “Apakah pesan dalam video itu—yang mengejek Taylor Swift dan menyebarkan misinformasi—benar-benar layak untuk kalian repost? Apakah itu yang perusahaan ini setujui? @Spotify benar-benar menjijikkan.” Pengguna lain menambahkan, “Perbaiki ini.”
Di tengah gelombang protes, Spotify akhirnya menghapus komentar dan unggahan ulang tersebut. Meski begitu, kekecewaan para penggemar Swift masih belum mereda.



