Sebuah bendera merah pekat berkibar tegak di atas kubah Masjid Jamkaran yang terletak di kota suci Qom, Iran. Pengibaran bendera bersejarah ini dilakukan menyusul serangkaian serangan udara mematikan dari Amerika Serikat dan Israel, yang berujung pada tewasnya Pemimpin Tertinggi Revolusi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.
Dalam tradisi dan budaya militer serta keagamaan di Iran, pengibaran bendera merah memiliki makna yang sangat mendalam dan mengerikan. Bendera tersebut merupakan simbol tumpahnya darah martir sekaligus seruan suci untuk melakukan aksi balas dendam yang tidak akan pernah diturunkan sampai keadilan berdarah tersebut benar-benar terpenuhi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengibaran bendera merah di Masjid Jamkaran ini sekaligus menjadi penanda dimulainya perintah bagi seluruh proksi dan pasukan Iran untuk memburu serta menargetkan elemen-elemen Amerika Serikat dan Israel di mana pun mereka berada.
Baca juga:
Iran Sebut Serangan yang Tewaskan Khamenei Bagian dari Permusuhan Panjang AS
Sementara itu di ibu kota Teheran, kabar tewasnya Ayatollah Seyyed Ali Khamenei memicu gelombang duka yang luar biasa di tengah masyarakat. Ribuan warga dilaporkan membanjiri jalanan kota usai mengetahui kepergian sosok imam dan pemimpin spiritual yang amat mereka hormati tersebut.
Banyak dari warga yang menangis histeris, merasa sangat kehilangan, dan meneriakkan kekecewaan serta umpatan keras terhadap agresi militer yang dilakukan oleh koalisi Washington dan Tel Aviv ke tanah Iran. Sebagai bentuk penghormatan terakhir dan simbol dukacita yang mendalam, massa pengunjuk rasa tampak serempak turun berlutut di jalanan kota.
Di tengah isak tangis dan amarah, rakyat Iran juga merespons tajam klaim kontroversial yang sebelumnya dilontarkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Trump sebelumnya secara terbuka menyebut mendiang Ali Khamenei sebagai salah satu orang paling jahat dalam sejarah peradaban.
Klaim sepihak tersebut dibantah mentah-mentah oleh warga. Bagi mayoritas masyarakat Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei justru dikenang sebagai sosok pemimpin besar yang berdedikasi tinggi dan selalu memberikan teladan terbaik bagi kemajuan serta ketahanan rakyatnya dalam menghadapi dominasi Barat.



