Iran, VIVA – Kepergian pimpinan tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menjadi duka yang besar bagi masyarakat Iran. Ayatollah Ali diketahui tewas setelah serangan gabungan yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat di Iran pada Sabtu 28 Februari 2026.
Menyusul dengan kematian pimpinan tertinggi Iran, publik kembali mengenang sosoknya. Salah satu yang menarik perhatian publik adalah saat mendiang Ayatollah bertemu dengan seorang bocah laki-laki.
Dalam video yang viral di media sosial seperti diunggah di akun Instagram @GazaUpdates, Ayatollah dihampiri oleh seorang bocah laki-laki di sebuah acara. Saat itu, bocah yang menggunakan kemeja biru itu tiba-tiba meminta didoakan oleh Ayatollah agar dirinya bisa meninggal dalam keadaan syahid.
“Doakan aku jadi syahid,” kata bocah laki-laki itu dikutip Senin, 2 Maret 2026.
Mendengar pernyataan bocah itu, Ayatollah sempat tersenyum. Ia kemudian memberikan nasihat yang penuh kebijaksanaan. Ia berpesan agar anak tersebut tumbuh menjadi pribadi yang baik, menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh, lalu mengamalkan ilmunya untuk orang-orang di sekitarnya.
Ia juga mendoakan agar sang anak diberi umur panjang dan kelak menjadi cahaya penerang bagi umat di Iran.
“Kau ingin syahid? Nak, tumbuhlah dulu dengan baik. Insya Allah engkau menjadi besar, tubuhmu kuat, dan hatimu lapang. Belajarlah sungguh-sungguh, carilah ilmu yang bermanfaat, dan Insya Allah jadilah cahaya bagi umat ini. Hiduplah hingga 80 atau 90 tahun, lalu setelah itu wafatlah sebagai syahid,” demikian nasihat Ayatollah.
Kabar Kematian Ayatollah
Dikabarkan sebelumnya, Minggu pagi 1 Maret 2026, televisi pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah meninggal dunia. Sebelumnya pada Sabtu malam, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan sejumlah pejabat senior Israel menyatakan bahwa Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan ke Teheran pada Sabtu dini hari 28 Februari. Pernyataan itu disampaikan melalui saluran resmi dan media sosial Truth milik Trump.
Menyusul dengan kematian Ayatollah, pemerintah menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.
Sementara itu, seorang pejabat Iran pada Minggu mengumumkan bahwa sebuah dewan kepemimpinan akan mengambil alih tugas-tugasnya hingga pengganti resmi ditetapkan.





