REPUBLIKA.CO.ID, SAMPANG, – Seorang nelayan asal Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia di Pantai Banyuates pada Minggu. Andi Yuswandi (37) ditemukan dalam kondisi tak bernyawa oleh warga setempat.
Korban, yang diketahui berasal dari Dusun Pesisir, Desa Sepuluh, Kecamatan Sepuluh, Kabupaten Bangkalan, telah dievakuasi oleh tim gabungan dari polisi, TNI, dan BPBD Kabupaten Bangkalan. Hal ini disampaikan oleh Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo pada Minggu malam.
Eko menjelaskan bahwa Andi ditemukan dalam kondisi tergeletak dengan tubuh membiru dan mengeluarkan bau tidak sedap. Penemuan ini pertama kali dilakukan oleh dua nelayan setempat, Afdan Amirul Abror (16) dan Rivandi (17), yang sedang menuju pantai untuk mengambil jaring ikan.
Setibanya di pantai, mereka melihat sesosok mayat dalam posisi terlentang. Penemuan ini segera dilaporkan ke aparat desa, yang kemudian meneruskannya ke Polres dan BPBD Pemkab Sampang.
Menurut informasi yang diperoleh, Andi Yuswandi dilaporkan hilang saat melaut. Pada Kamis malam (26/2/2026), ia kembali dari melaut dan pergi lagi ke laut seorang diri pada Jumat dini hari (27/2/2026) untuk menjaring ikan. Sejak saat itu, ia tidak kunjung pulang, sehingga keluarganya melapor ke pihak berwenang.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Upaya pencarian dilakukan pada Sabtu (28/2/2026) oleh tim gabungan yang melibatkan SAR, BPBD, TNI AL, Polairud, dan relawan. Namun, pihak keluarga menolak dilakukan otopsi pada jenazah. Mereka telah membuat surat pernyataan resmi yang menyatakan penolakan otopsi serta tidak akan menuntut pihak manapun, menganggap ini sebagai musibah.