Erdogan dan Mohammed bin Salman Bahas Krisis Regional

mediaindonesia.com
12 jam lalu
Cover Berita

PRESIDEN Turki dan Putra Mahkota Arab Saudi melakukan pembicaraan melalui telepon mengenai perkembangan terbaru di kawasan.

Menurut unggahan di media sosial Kepresidenan Turki, Erdogan menyampaikan kekhawatirannya bahwa “konflik akan menimbulkan dampak serius terhadap keamanan regional dan global jika tidak dilakukan intervensi yang diperlukan.”

Ia juga mengatakan bahwa Turki dan Arab Saudi tengah melakukan “upaya signifikan” untuk menyelesaikan perbedaan melalui dialog, serta menegaskan bahwa memberi kesempatan pada diplomasi adalah “cara yang paling rasional.”

Baca juga : Perbaikan Hubungan Diplomatik, Recep Erdogan Sambangi Arab Saudi

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Iran agar tidak melakukan serangan balasan menyusul tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa kejahatan besar tersebut tidak akan dibiarkan tanpa jawaban.

"Iran baru saja menyatakan akan menyerang dengan sangat keras hari ini, lebih keras dari sebelumnya," tulis Trump di Truth Social pada Sabtu (28/2), sebagai respons atas klaim Teheran yang menyebut akan melancarkan serangan balasan lebih keras dari sebelumnya.

Baca juga : Telepon Mohammed bin Salman, Erdogan: Israel Ancaman Terbesar Stabilitas Kawasan

"Namun mereka sebaiknya tidak melakukan itu, karena jika mereka melakukannya, kami akan menghantam mereka dengan kekuatan yang belum pernah terlihat sebelumnya," sebutnya.

Peringatan itu muncul di tengah eskalasi tajam antara Washington dan Teheran setelah serangan gabungan AS dan Israel yang menewaskan Khamenei serta sejumlah pejabat tinggi Iran.

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengecam pembunuhan Khamenei sebagai kejahatan besar dan menegaskan komitmen negaranya untuk membalas.

Dalam pernyataan resmi dari kantor kepresidenan, Pezeshkian menyebut kematian Khamenei sebagai titik balik yang akan membuka babak baru dalam sejarah dunia Islam dan Syiah.

Ia juga menyatakan bahwa pengorbanan pemimpin tertinggi tersebut akan menjadi simbol perlawanan terhadap apa yang ia sebut sebagai penindasan dan kejahatan Amerika-Zionis.

"Kejahatan besar ini tidak akan dibiarkan tanpa jawaban dan akan membuka halaman baru dalam sejarah dunia Islam dan Syiah. Darah murni pemimpin tinggi ini akan mengalir seperti mata air yang deras dan akan menyingkirkan penindasan dan kejahatan Amerika-Zionis," ujar Pezeshkian.

Ia menambahkan bahwa Iran akan bertindak dengan seluruh kekuatan negara dan dukungan dari umat Islam serta masyarakat internasional yang bersimpati.

"Dengan seluruh kekuatan dan tekad kami, dengan dukungan umat islam dan rakyat bebas di seluruh dunia, kami akan membuat para pelaku dan komandan besar ini menyesal," katanya.

Sebagai bentuk penghormatan, Pezeshkian juga mengumumkan tujuh hari libur nasional tambahan, melengkapi 40 hari masa berkabung resmi yang telah lebih dahulu ditetapkan. (Al Jazeera/Fer)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Moeldoko Kenang Try Sutrisno: Sosok Panglima Agitator yang Bakar Semangat Prajurit
• 3 jam lalusuara.com
thumb
Menakar Prioritas Politik Anggaran Pemerintah
• 7 jam lalukompas.id
thumb
Bulog Targetkan 4 Juta Ton, Sulsel Siap Jadi Penopang Utama Pangan Nasional
• 20 jam lalutvrinews.com
thumb
Beasiswa Manaaki New Zealand 2026 Buka Pendaftaran, Ini Syaratnya
• 3 jam lalubeautynesia.id
thumb
Pansus 13 DPRD Kota Bandung Genjot Pembahasan Raperda Ketertiban Umum
• 4 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.