APPBI Bidik Pertumbuhan hingga 10% Selama Ramadan dan Lebaran 2026

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memproyeksikan kinerja pusat perbelanjaan selama Ramadan dan Lebaran tahun ini tumbuh 5% hingga 10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy). Target tersebut ditopang oleh kombinasi momentum musiman dan faktor ekonomi yang hadir beruntun sejak awal tahun.

Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja menilai sejumlah pendorong konsumsi terjadi hampir bersamaan, mulai dari kenaikan upah minimum, perayaan Tahun Baru Imlek, pembagian bonus perusahaan, hingga pencairan tunjangan hari raya (THR).

“Ramadan dan Idulfitri tahun ini diharapkan bisa lebih baik karena momentum penting ada di triwulan I. Prediksi kami berada di kisaran 5% sampai 10%. Mudah-mudahan bisa mencapai 10%,” ujarnya kepada Bisnis belum lama ini.

Di luar faktor musiman, APPBI juga menaruh harapan pada dukungan kebijakan pemerintah. Insentif dan stimulus diyakini dapat memperkuat konsumsi rumah tangga. Namun, Alphonzus mengingatkan bahwa kebijakan yang bersifat sementara tidak cukup untuk menopang daya beli dalam jangka panjang.

Menurutnya, diperlukan pergeseran pendekatan dari stimulus sporadis menjadi strategi yang lebih berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya kebijakan yang mendorong penciptaan permintaan (demand creation), bukan sekadar memperbesar pasokan. 

“Jika ingin pertumbuhan ekonomi lebih dari 5%, bahkan lebih dari 6%, harus ada terobosan. Strateginya perlu bergeser dari supply mode ke demand mode,” jelasnya. 

Baca Juga

  • Jakarta Ramadan Festival 2026 Digelar untuk Stabilkan Harga Jelang Lebaran
  • Ramadan 2026, Barang Apa Saja yang Paling Diburu Konsumen?
  • Tradisi Ramadan di 5 Negara Dunia yang Menarik untuk Diketahui

Pusat perbelanjaan lantas menyiapkan sejumlah langkah taktis untuk mengoptimalkan momentum Ramadan dan Idulfitri. Pertama, memperbanyak program tematik, mulai dari pertunjukan budaya, musik, hingga hiburan keluarga yang relevan dengan suasana Lebaran. Aktivitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan traffic kunjungan.

Kedua, penguatan promosi belanja. Skema promo tidak terbatas pada diskon harga, melainkan juga bundling, hadiah langsung, hingga program loyalitas yang dirancang untuk mendorong transaksi. Strategi ini sekaligus menjadi pembeda pengalaman belanja luring dengan kanal daring yang semakin agresif.

Selain itu, sejumlah pusat perbelanjaan memprioritaskan dekorasi tematik guna memperkaya pengalaman visual dan emosional pengunjung. Upaya ini dinilai penting untuk menjaga daya tarik mal sebagai destinasi rekreasi sekaligus belanja keluarga.

Kendati optimistis, APPBI mencermati adanya pergeseran pola konsumsi, terutama di segmen menengah bawah. Masyarakat tetap berkunjung ke pusat perbelanjaan, namun lebih selektif dalam menentukan produk. Preferensi cenderung mengarah pada barang dengan harga satuan lebih rendah atau lebih terjangkau.

“Yang berubah adalah pola belanjanya. Konsumen cenderung memilih produk dengan unit price yang kecil,” kata Alphonzus.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dubes Iran Sebut Amerika Serikat & Israel Lakukan Agresi Kriminal saat Sidang Darurat PBB
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Hamas Berduka Khamenei Tewas, Minta AS-Israel Bertanggung Jawab
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
KPK Ingatkan ASN hingga Swasta Soal Gratifikasi di Balik Parsel Lebaran
• 14 jam laluliputan6.com
thumb
Iran Bombardir Yerusalem Barat Israel, 6 Orang Terluka
• 37 menit laluokezone.com
thumb
KUH Jeddah Lakukan Antisipasi Dampak Penutupan Lalu Lintas Udara di Kawasan Timur Tengah
• 19 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.