Liputan6.com, Jakarta - Seorang warga eks Kampung Bayam, Jakarta Utara (Jakut) mengeluhkan perihal kondisi ekonomi yang belum stabil setelah pindah ke Kampung Susun Bayam atau Hunian Pekerja Pendukung Operasional (HPPO) yang berada tidak jauh dari Jakarta International Stadium (JIS).
Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh warga bernama Winda yang tinggal di Blok C Kampung Susun Bayam kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam acara JIS Ramadan Fest, Jakarta Utara, Minggu (2/3/2026).
Advertisement
Winda mengaku kondisi tempat tinggal baru memang lebih baik dibanding sebelumnya, namun aktivitas ekonomi warga justru mengalami penurunan.
“Kalau dibilang senang ya senang sih Pak. Mungkin soal perekonomian kali ya Pak karena di sana kan banyak yang berdagang juga dan masyarakatnya, warganya sedikit, jadi perekonomiannya kurang stabil,” kata Winda saat berdialog dengan Pramono.
Winda yang sebelumnya berjualan bakso di lokasi lama, yakni di rumah susun (Rusun) Nagrak, mengaku omzet usahanya turun setelah pindah ke Kampung Susun Bayam.
“Kalau saya pribadi, awalnya kan saya jualan bakso Pak dulu di UMKM Nagrak. Semenjak kami tinggal di sini, memang di atas unit saya jualan sembako. Tapi semenjak di sini jualan bakso saya anjlok, turun Pak,” katanya.
Kendati menghadapi tantangan ekonomi, Winda menyebut kualitas hidup keluarganya secara umum membaik dibanding saat tinggal di Rusun Nagrak.
Ia berharap pemerintah menyediakan program pemberdayaan ekonomi dan layanan pendidikan bagi warga rusun.
“Selain perekonomian, mungkin diadakan UMKM untuk di rumah susun. Terus pendidikan TK untuk anak-anak gitu, dan kalau bisa sih digratiskan Paket A, B, C itu,” kata dia.




