Bisnis.com, JAKARTA — Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini, Senin (2/3/2026), diproyeksikan masih berada dalam tekanan seiring meningkatnya eskalasi geopolitik di Timur Tengah serta deretan data ekonomi penting dari Amerika Serikat (AS) dan domestik yang akan dirilis sepanjang pekan ini.
Tim Riset Phintraco Sekuritas mengatakan dampak perang AS-Iran diperkirakan akan menjadi sentimen negatif akibat meningkatnya ketidakpastian global, yang dipengaruhi oleh seberapa lama dan meluasnya perang akan berlangsung.
"Jika IHSG menembus level 8.100 berpeluang menguji level 7.800-8.000. Namun peluang rebound terbuka jika sentimen global mereda dan domestik solid," ujar tim riset, Senin (3/2/2026).
Kekhawatiran meluasnya konflik meningkatkan risk off sentiment di pasar global.
Harga minyak mentah WTI melonjak lebih dari 8% ke atas level US$72 per barel, sementara harga emas menguat lebih dari 1% ke atas US$5.350 per troy ounce sebagai aset safe haven.
Lonjakan harga energi berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global dan domestik.
Selanjutnya melemahkan nilai tukar ruiah jika berlangsung lama, hingga memperlebar defisit APBN akibat beban subsidi energi.
Dari domestik (2/3) dijadwalkan akan dirilis S&P Global. Manufacturing PMI, neraca perdagangan Januari 2026, inflasi Februari 2026 dan cadangan devisa Februari.
Perang AS-Iran menjadi sentimen negatif namun sektor energi dan emas berpeluang diuntungkan.
Kenaikan pada harga migas, berpotensi mendorong komoditas yang dapat menjadi alternatif energi, yaitu batu bara, nikel dan CPO. Untuk sektor oil & gas shipping, akan terdampak positif jika tarif freight naik karena memperpanjang rute pelayaran. Namun jika konflik berkepanjangan yang membuat permintaan menurun, maka akan terdampak negatif.
Sektor yang berpotensi tertekan adalah perbankan dan keuangan (karena sensitif suku bunga), konsumer dan retail (karena potensi inflasi menekan daya beli.
Pelaku pasar disarankan untuk mencermati perkembangan geopolitik dan rilis data ekonomi sebelum mengambil posisi agresif di pasar saham.
Tim riset Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham hari ini, yakni saham PT Harum Energy Tbk. (HRUM), PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL), PT Samudera Indonesia Tbk. (SMDR), PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), sertaPT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA).
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.




