3 Tentara AS Tewas dan 5 Terluka Akibat Serangan Iran, 9 Warga Israel Tewas dan 28 Terluka di Wilayah Israel

erabaru.net
8 jam lalu
Cover Berita

Lima lainnya terluka parah, dan beberapa personel militer mengalami luka ringan, demikian pernyataan militer AS.

EtIndonesia. Tiga anggota militer Amerika Serikat tewas dan lima lainnya mengalami luka serius dalam rangkaian serangan gabungan AS–Israel terhadap Iran. Hal demikian diumumkan oleh militer AS pada Minggu, 1 Maret 2026.

Selain itu, sejumlah personel lainnya mengalami “luka serpihan ringan dan gegar otak,” namun sedang dalam proses kembali bertugas, menurut Komando Pusat AS (U.S. Central Command) dalam unggahan di platform X.

Komando Pusat menambahkan, “Operasi tempur besar masih berlangsung dan upaya respons kami terus berjalan.”

“Situasi masih dinamis. Demi menghormati keluarga, kami akan menahan informasi tambahan, termasuk identitas para prajurit yang gugur, hingga 24 jam setelah keluarga terdekat diberi tahu,” tambahnya.

Sementara itu, dinas penyelamat Israel menyatakan pada hari yang sama bahwa jumlah korban tewas akibat serangan Iran di wilayah tengah Israel meningkat menjadi 9 orang dengan 28 lainnya terluka.

Setelah serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, Teheran membalas dengan meluncurkan puluhan rudal, menghantam target-target di Israel dan pangkalan militer Amerika di seluruh Timur Tengah.

Israel pada hari yang sama mengklaim telah melenyapkan puluhan pemimpin Iran. “Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyerang dan melenyapkan 7 anggota pimpinan tertinggi keamanan Iran di Teheran serta 40 komandan senior,” demikian pernyataan IDF di X pada 1 Maret.

Unggahan terpisah dari Angkatan Udara Israel menyebutkan bahwa 40 komandan “dilenyapkan dalam satu menit.” Unggahan itu menyertakan ilustrasi serangan tersebut, dan angkatan udara juga merilis rekaman video sebagai “dokumentasi” penghancuran markas rezim di Teheran.

Kementerian Kesehatan Kuwait melaporkan bahwa serangan Iran di negara itu menewaskan satu orang dan melukai 32 lainnya.

Uni Emirat Arab (UEA) mencatat tiga korban tewas akibat serangan Iran selama akhir pekan. Negara itu menjadi sasaran 165 rudal balistik; 152 berhasil dihancurkan dan 13 jatuh ke laut, menurut kementerian pertahanan UEA.

UEA juga menjadi target 541 drone pembawa bom. Sebanyak 506 dihancurkan oleh pasukan pertahanan, sementara 35 lainnya menghantam wilayah negara tersebut, melukai 58 orang dan menewaskan tiga warga asal Bangladesh, Nepal, dan Pakistan.

Dalam insiden terpisah, ketika para pengunjuk rasa mencoba menyerbu konsulat AS di Karachi, Pakistan, sedikitnya sembilan orang tewas dan 25 lainnya terluka.

Insiden itu terjadi beberapa jam setelah pejabat Iran mengonfirmasi bahwa pemimpin Iran, Ali Khamenei, telah tewas dalam serangan udara di Teheran.

Pejabat setempat membantah laporan bahwa gedung kedutaan benar-benar dibakar, namun mengakui adanya upaya pembakaran terhadap pos polisi di luar gedung.

Ketika serangan gabungan terhadap Iran memasuki hari kedua, kedutaan dan konsulat AS di seluruh Timur Tengah memerintahkan pegawai serta warga negara Amerika untuk berlindung di tempat.

Warga Amerika yang tinggal atau bepergian di Bahrain, Israel, Irak, Yordania, Oman, dan Pakistan disarankan oleh kedutaan masing-masing untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Harap tetap waspada, karena pemerintah Iran dan proksinya mungkin berupaya menargetkan warga Amerika sebagai balasan atas serangan AS terhadap Iran. Wilayah udara Qatar ditutup. Semua personel non-esensial harus menghindari seluruh instalasi militer,” demikian peringatan keamanan Kedutaan Besar AS di Qatar pada Minggu.

Departemen Luar Negeri AS juga mengeluarkan peringatan “kewaspadaan global” bagi warga Amerika di luar negeri agar mengikuti langkah-langkah serupa.

“Setelah dimulainya operasi tempur AS di Iran, warga Amerika di seluruh dunia, khususnya di Timur Tengah, harus mengikuti panduan dalam peringatan keamanan terbaru yang dikeluarkan oleh kedutaan atau konsulat AS terdekat,” demikian bunyi peringatan tersebut.

Bandara-bandara di Israel, Iran, Irak, Kuwait, Bahrain, Qatar, serta sebagian wilayah Uni Emirat Arab ditutup, membuat puluhan ribu pelancong terlantar.

Penutupan ini dikaitkan dengan serangan balasan Iran, yang memaksa lebih dari 1.800 penerbangan dibatalkan dan sedikitnya 145 pesawat dialihkan, menurut data pelacakan penerbangan.

Operasional di Dubai, Abu Dhabi, dan Doha—bandara yang biasanya melayani sekitar 90.000 penumpang—dibatasi atau dihentikan, menyebabkan para pelancong terlantar di Eropa, Asia, dan kawasan Teluk.

Tom Ozimek, Joseph Lord, Sam Dorman, dan Jacob Burg turut berkontribusi dalam laporan ini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gagang Pintu Futuristik Disorot, China Kini Wajibkan Tuas Mekanis Darurat
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Kecam Serangan Amerika Serikat-Israel ke Iran, Sekjen PBB Peringatkan Ancaman Perang Besar
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Pertamina Jaga Stabilitas BBM dan LPG di Tengah Ketegangan Timur Tengah
• 20 jam lalutvrinews.com
thumb
Jay Idzes bermain penuh ketika Sassuolo kalahkan Atalanta 2-1
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Kurir Sindikat Bandar Narkoba Ko Erwin Ditetapkan Tersangka
• 18 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.