Moskow (ANTARA) - Kementerian Perhubungan Rusia menyatakan sebanyak 109 penerbangan antara kota-kota di Rusia dan negara-negara Timur Tengah dibatalkan hingga Minggu (1/3) petang.
“Per Minggu (1/3) petang, sebanyak 109 penerbangan antara Rusia dan negara-negara Timur Tengah telah dibatalkan. Maskapai Rusia membatalkan 38 penerbangan, sementara maskapai asing membatalkan 71 penerbangan. Sebagian besar penerbangan yang dibatalkan, yakni 86 persen, merupakan rute Rusia-Uni Emirat Arab,” demikian bunyi pernyataan kementerian tersebut.
Kementerian itu menambahkan maskapai Rusia dan asing, dengan dukungan Kementerian Perhubungan serta Badan Transportasi Udara Federal Rusia, Rosaviatsia, terus melakukan penjadwalan ulang di tengah penutupan wilayah udara di Timur Tengah.
Panduan Rosaviatsia bagi maskapai Rusia untuk menggunakan rute pengalihan atau rute alternatif berlaku hingga Rabu, 11 Maret, kata kementerian tersebut.
Penerbangan menuju Israel dan Iran masih dihentikan hingga ada pemberitahuan lebih lanjut, tambahnya.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Organisasi Maritim Internasional sarankan kapal hindari Selat Hormuz
Baca juga: Bandara Zayed di Abu Dhabi masih ditutup, akses dibatasi ketat
“Per Minggu (1/3) petang, sebanyak 109 penerbangan antara Rusia dan negara-negara Timur Tengah telah dibatalkan. Maskapai Rusia membatalkan 38 penerbangan, sementara maskapai asing membatalkan 71 penerbangan. Sebagian besar penerbangan yang dibatalkan, yakni 86 persen, merupakan rute Rusia-Uni Emirat Arab,” demikian bunyi pernyataan kementerian tersebut.
Kementerian itu menambahkan maskapai Rusia dan asing, dengan dukungan Kementerian Perhubungan serta Badan Transportasi Udara Federal Rusia, Rosaviatsia, terus melakukan penjadwalan ulang di tengah penutupan wilayah udara di Timur Tengah.
Panduan Rosaviatsia bagi maskapai Rusia untuk menggunakan rute pengalihan atau rute alternatif berlaku hingga Rabu, 11 Maret, kata kementerian tersebut.
Penerbangan menuju Israel dan Iran masih dihentikan hingga ada pemberitahuan lebih lanjut, tambahnya.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Organisasi Maritim Internasional sarankan kapal hindari Selat Hormuz
Baca juga: Bandara Zayed di Abu Dhabi masih ditutup, akses dibatasi ketat





