JAKARTA, KOMPAS - Program Beasiswa Talenta Indonesia atau BTI tahun 2026 Sarjana/D4 diperuntukkan bagi para talenta murid berprestasi ajang talenta tingkat nasional dan tingkat internasional sebagai instrumen keberlanjutan pembinaan prestasi dan dukungan karier belajar. Ini bagian dari upaya membangun sistem manajemen talenta nasional berkelanjutan.
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Maria Veronica Irene mengatakan, BTI merupakan apresiasi dan fasilitas karier belajar bagi para pelajar yang telah membuktikan ketekunan dan capaian prestasinya di tingkat nasional maupun internasional. Program ini dijalankan oleh Puspresnas dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
"Kententuan pemberian dana beasiswa mengacu pada ketentuannya LPDP, tetapi kriterianya kami (Puspresnas) yang menentukan. Jadi, bahwa anak ini adalah juara Puspresnas, kemudian usia berapa, tujuan program studinya mana, itu Puspresnas punya keleluasaan untuk menentukan," kata Maria di Jakarta, Senin (2/3/2026).
BTI, menawarkan pendanaan penuh (fully funded) yang mencakup Dana Pendidikan (pendaftaran, Sumbangan Pembinaan Pendidikan/tuition fee, tunjangan buku, bantuan skripsi) dan Dana Pendukung (transportasi, biaya hidup bulanan, asuransi kesehatan, dan biaya visa, khusus untuk skema Luar Negeri). Semua ini mengikuti regulasi dari LPDP.
Oleh karena itu, berdasarkan regulasi LPDP, penerima BTI juga harus pulang ke Indonesia jika dikuliahkan ke luar negeri dan melakukan pengabdian bagi negeri selama dua kali masa studinya. Meski begitu, ada juga peluang untuk memperpanjang masa studinya jika mengambil magang di luar negeri, sesuai dengan ketentuan LPDP.
"Proses (perpanjangannya) nanti pengajuan izin, apakah itu disetujui atau tidak, yang penting dengan bukti kuat. Namun, upaya kita untuk sama-sama menjaga talenta ini bisa berkontribusi dimana pun berada, kita terus mendampingi," ucapnya.
Para talenta ini kelak diharapkan bisa mengisi sektor-sektor prioritas pembangunan nasional.
Maria melanjutkan, BTI dirancang khusus untuk memberikan pendanaan pendidikan jenjang Sarjana (S1) atau Sarjana Terapan (D4), baik di perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri.
Program ini menyasar talenta-talenta yang memiliki prestasi di bidang STEM, meliputi bidang Science, Technology, Engineering, Mathematics (sains, teknologi, teknik/rekayasa, matematika) dan bidang SHARE, meliputi bidang Social, Humanities, Art for People, Religious Study, Economics (sosial, humaniora, seni, keagamaan, ekonomi).
Peluang beasiswa ini terbuka bagi peraih medali emas, perak, dan perunggu di tingkat nasional, serta peraih medali hingga honorable mention di tingkat internasional pada ajang yang diselenggarakan atau difasilitasi oleh Puspresnas pada 2024 dan 2025. Ini menunjukkan bahwa prinsip inklusivitas tetap diutamakan dengan memberikan dukungan penuh bagi penyandang disabilitas.
Seleksi talentanya dirancang berjenjang dari tingkat sekolah, nasional, hingga internasional, serta menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Dengan begitu, semua murid dari berbagai daerah tetap memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan beasiswa ini.
"Yang punya peluang di sini adalah anak-anak yang berhasil mendapatkan medali di ajang Puspresnas dan atau yang berhasil mendapatkan medali di ajang internasional yang didukung oleh Puspresnas," tutur Maria.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti menambahkan, BTI adalah bagian yang tidak terpisahkan dari implementasi implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid yang diamanatkan dalam kebijakan nasional dan Desain Besar Manajemen Talenta Nasional.
Adanya BTI menjadi jembatan strategis untuk memastikan kesinambungan pembibitan talenta dari pendidikan dasar dan menengah menuju pendidikan tinggi.
Untuk itu, Suharti menegaskan pemerintah berharap semua penerima beasiswa pendidikan yang didanai dari uang rakyat bisa kembali dalam bentuk pengabdian bagi negeri. Para talenta ini kelak diharapkan bisa mengisi sektor-sektor prioritas pembangunan nasional.
"Kita ingin memperluas dan memperkuat talent pool nasional berdaya saing global, berkarakter kebangsaan, dan memiliki komitmen kontribusi bagi Indonesia," ucap Suharti.
Sementara itu, Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso mengatakan bahwa BTI sangat penting untuk mengembangkan para talenta berprestasi. Setiap talenta unggul yang telah berjuang di ajang nasional maupun internasional perlu mendapatkan jalur afirmatif untuk melanjutkan studi, sekaligus memiliki komitmen kontribusi pascastudi bagi Indonesia.
“Kami terus mencari peluang untuk putra-putri terbaik bangsa khususnya murid berprestasi agar terus mendorong pendidikannya ke level yang tertinggi,” kata Dwi Larso.





