Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami pelemahan. Rupiah melemah atas dolar AS yang mengalami penguatan di tengah serangan AS-Israel ke Iran.
Mengutip data Bloomberg, Senin, 2 Maret 2026, rupiah berada di level Rp16.830 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah 43 poin atau setara 0,26 persen dari Rp16.759 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp16.774 per USD. Mata uang Garuda masih bergerak datar dibandingkan pada pembukaan perdagangan pagi ini.
Baca Juga :
Konflik AS-Israel vs Iran Memanas, IHSG hingga Rupiah Bakal Volatile(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Ibrahim menjelaskan perkembangan terkini, termasuk pengumuman AS tentang meninggalnya pemimpin ulama di Iran dan serangan balasan Iran ke Israel serta pangkalan militer AS di Timur Tengah, mengindikasikan bahwa perang akan terus berlanjut dalam jangka pendek maupun menengah.
"Ini dampaknya cukup luar biasa, kemungkinan besar harga emas naik, logam mulia naik, rupiah melemah," ujar Ibrahim.
Menurut Ibrahim, tanpa adanya sentimen negatif dari geopolitik di Timur Tengah pun, rupiah sudah berpotensi melemah akibat penerapan tarif impor dari AS. Ia berharap BI dapat segera mengantisipasi pelemahan rupiah ini dengan melakukan intervensi di pasar uang.
"Perang dagang antara Indonesia dan Amerika terus kembali memanas dan apalagi dibarengi dengan terjadinya perang di Timur Tengah ini, rupiah kemungkinan besar akan mengalami pelemahan yang cukup signifikan. Sehingga dalam minggu besok rupiah kemungkinan akan menuju ya bisa saja akan menuju level-level Rp17 ribu," kata Ibrahim.




