Kemacetan yang terjadi pada pagi hari ini, Senin (2/3/2026), dikeluhkan masyarakat Sidoarjo yang dalam perjalanan ke arah Surabaya karena jauh lebih padat dari awal pekan biasanya.
Setelah dikonfirmasi, kemacetan salah satunya imbas dari proses perbaikan jalan di pintu keluar Terminal Purabaya atau exit Bungurasih yang ada di Jalan Letjen Sutoyo, Kecamatan Waru Sidoarjo.
Perbaikan jalan itu membuat bus yang biasanya ngetem atau cari penumpang di dekat pintu keluar tersebut, berpindah ngetem exit Terminal Purabaya di Jalan Raya Waru sebelum akhirnya diatur oleh petugas di lapangan.
Namun, kemacetan terlanjur terjadi dan menurut laporan beberapa pendengar Radio Suara Surabaya, hingga pukul 8.00 WIB, ekor kemacetan sampai simpang empat Gedangan.
Terkait hal itu, Budi Basuki Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna jalan atas ketidaknyamanan yang terjadi di sepanjang jalan mengarah ke Bunderan Waru itu.
“Yang pertama saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, pengguna jalan khususnya di sepanjang jalan Letjend Sutoyo mulai dari Aloha sampai ke arah Bunderan Waru. Karena memang mulai tanggal 1 Maret ada perbaikan jalan di pintu keluar Terminal Purabaya sisi Timur,” ujar Budi Basuki saat on air di Radio Suara Surabaya, Senin pagi.
Ekor kemacetan mengular hingga fly over Juanda imbas pembangunan jalan di pintu keluar Terminal Purabaya atau exit Bungurasih yang ada di Jalan Letjen Sutoyo, Kecamatan Waru Sidoarjo pada, Senin (2/3/2026) pagi. Foto: Muhammad Abu via WA SSMenurut Budi, perbaikan jalan itu merupakan respons cepat atas hasil kunjungan Komisi V DPR RI yang menemukan kondisi jalan di pintu keluar terminal dalam keadaan rusak parah.
“Setelah dari dalam Terminal Purabaya supaya kemudian keluar, ternyata di pintu keluar terminal itu jalannya rusak banget. Rusak banget, akhirnya saya juga mengucapkan terima kasih ke Kementerian PU Balai Besar. Sehingga, cepat direspons mulai tanggal 1 dilakukan perbaikan. Rencana akan dilakukan betonisasi itu,” jelas Budi.
Proses betonisasi diperkirakan membutuhkan waktu pengeringan yang cukup lama supaya jalan bisa menahan beban bus yang berat. Menurut Kadishub Sidoarjo, perbaikan maksimal butuh waktu tujuh hari, tapi akan diupayakan selesai lebih cepat.
“Kemarin diusahakan 5 hari sudah selesai. Antisipasi kalau hujan itu sampai tujuh hari karena kan butuh waktu pengeringan, enggak bisa dipakai langsung,” tambahnya.
Rekayasa Lalu Lintas dan Pengalihan Bus
Selama masa pengerjaan, pintu keluar sisi timur akan ditutup total. Seluruh operasional bus AKDP dan AKAP kini dialihkan keluar melalui pintu sisi selatan atau sisi barat di Jalan Letjen Sutoyo (Medaeng). Untuk meminimalisir sumbatan lalu lintas, Dishub Sidoarjo memberlakukan aturan ketat bagi bus yang keluar dari pintu Medaeng.
“Bus-bus yang biasanya keluar lewat pintu sisi timur itu sementara kami alihkan ke pintu sisi selatan yang sisi barat, Jalan Letjen Sutoyo. Dari Letjen Sutoyo itu kami arahkan ke belok kiri (ke arah Waru). Tidak boleh belok kanan karena tentunya di situ juga akan crowded,” tegas Budi.
Sementara itu, untuk akses kendaraan pribadi dan titik drop-off penumpang, Budi menegaskan tidak ada perubahan lokasi dan tetap bisa menggunakan akses pintu selatan seperti biasa.
Guna menghindari terjebak macet di titik penyempitan jalur (bottleneck) Terminal Purabaya, Budi mengimbau masyarakat Sidoarjo yang menuju Surabaya untuk mencari jalur alternatif selama satu minggu ke depan.
“Kami berharap dan mohon kepada pengguna jalan kalau yang menuju ke Surabaya sebisa mungkin dihindari jalur tersebut. Yang dari Sidoarjo mungkin bisa langsung masuk tol lewat Tol Sidoarjo, dan yang dari daerah sekitar Gedangan itu bisa melalui jalur Juanda ke Sedati ke utara,” sarannya.
Kadishub Sidoarjo juga berjanji akan menambah rambu informasi di titik-titik yang lebih jauh seperti Aloha dan Gedangan agar warga bisa mengantisipasi perjalanan lebih awal.
Selain itu, koordinasi dengan jajaran Satlantas Polresta Sidoarjo terus dioptimalkan untuk menindak bus-bus yang masih nekat ngetem di jalur pengalihan.
“Ini kami kami evaluasi nanti. Kami terus koordinasi dengan teman-teman Lantas dan Terminal Purabaya,” pungkasnya.(bil/rid)




