Kombes Arsal, Komandan Tim Cobra yang Sempat Dicalonkan Warga Jadi Bupati

detik.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Kombes Muhammad Arsal Sahban memberantas begal, pencurian sapi hingga menindak tambang pasir ilegal di Lumajang, Jawa Timur, dengan membentuk Tim Cobra. Eks Kapolres Lumajang itu sempat dicalonkan warga untuk jadi calon bupati karena rekam jejaknya menurunkan angka kriminalitas.

Atas aksinya itu, Kombes Arsal Sahban diusulkan oleh sejumlah warga Lumajang, Jawa Timur, untuk Hoegeng Awards 2026. Kombes Arsal menjabat sebagai Kapolres pada tahun 2018-2019. Saat ini Arsal menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Eksus Bareskrim Polri.

Warga Lumajang, Muhammad Maulana Baehaki, mengatakan Kombes Arsal melayani warga dengan baik saat menjadi Kapolres Lumajang. Dia menyebut Arsal dan jajaran kepolisian menindak kejahatan melalui Tim Cobra.

"Dulu dia melayani dengan baik masyarakat dan menjalankan tugas berpatroli sebagai tugasnya kepolisian. Patroli tiap hari pakai sepeda motor dan juga pemberantasan sepeda motor bodong, sampai dengan memberikan gaji pokoknya untuk orang yang telah melaporkan atau menangkap maling sapi juga," kata Maulana kepada detikcom, Rabu (25/2/2026).

Baca juga: Cara Ipda Sumerta Bangun Kepercayaan dan Bina Yayasan Disabilitas di Gianyar

Maulana mengatakan Kombes Arsal langsung turun memimpin Tim Cobra. Tim ini akan patroli dengan motor trail.

"Beliau tidak membedakan beliau itu Kapolres atau siapa, dia tetap seorang polisi, menjalankan tugas berpatroli untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat di wilayah Lumajang," ucap dia.

Maulana masih ingat dengan kejadian pencurian sapi warga pada saat itu. Kombes Arsal disebut langsung turun untuk mengejar pelaku.

"Sempat dilakukan pencarian, ternyata ada satu warga yang melaporkan ada sapi yang berada di kebun tebu. Akhirnya bapak Kapolres dan jajaran menuju ke sana, setelah itu dilakukan telusur wilayah. Waktu penangkapan itu pelaku sempat masuk ke atas plafon rumah, pelaku membawa senjata celurut. Pelaku dapat ditangkap," ujar Maulana.

Maulana menyebut bahwa begal dan pencurian hewan ternak rawan terjadi di Lumajang. Menurutnya, kasus-kasus tersebut menurun setelah adanya penindakan dari Tim Cobra yang dipimpin langsung Kombes Arsal.

"Kerana di Lumajang ini kerap terjadi kriminalitas seperti begal, pencurian sapi yang sulit untuk ditumpas. Pada saat beliau menjabat kriminalitas menurun, soalnya beliau turun langsung ke lapangan dan mengecek sepeda motor yang bodong, yang mereka beli para pencuri sepeda motor dan begal, sehingga ruang gerak begal ini sulit," kata dia.

Maulana mengatakan Tim Cobra pada saat itu dikenal oleh wilayah-wilayah tetangga. Bahkan, kata dia, ada warga Sidoarjo yang meminta bantuan ke Kombes Arsal karena kehilangan mobil.

"Dan juga ada warga dari Sidoarjo yang menemui bapak Kapolres untuk menolong karena pikapnya L300 itu hilang, tapi Bapak Kapolres itu nggak bisa karena beliau bertugas di Lumajang bukan di Sidoarjo," ucap dia.

Kombes Arsal Sahban bentuk Tim Cobra berantas begal pencurian di Lumajang Foto: dok. Istimewa

Pada tahun 2024 lalu, nama Arsal sempat masuk bursa calon Bupati Lumajang. Maulana menyebut warga mengusulkan Arsal karena rekam jejaknya saat menjadi Kapolres Lumajang.

"Kan beliau sudah dipindah tugas ke mana itu sebagai guru di Akpol, nah itu karena dedikasi beliau menjaga keamanan, keselamatan wilayah Lumajang, akhirnya masyarakat Lumajang sangat percaya terhadap beliau sehingga beliau itu digadang-gadang atau diinginkan masyarakat menjadi Bupati Lumajang, tetapi beliau tidak mempunyai keinginan seperti itu," kata dia.

Tak Ada Kompromi dengan Begal-Premanisme

Warga asal Lumajang yang saat ini menjabat sebagai Wakil Sekjen PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Ikhlasun Malik Fajar juga mengusulkan Arsal untuk Hoegeng Awards 2026. Ikhlasun menilai Kombes Arsal adalah sosok Kapolres yang dekat dengan warga Lumajang.

"Beliau sosok yang sederhana, berintegritas dan berkompetan, berkomitmen terhadap bagaimana situasi keberlangsungan, ketentraman di masyarakat, dilihat bagaimana beliau waktu menjabat Kapolres Lumajang hingga hari ini di Bareskrim Polri," ucap Ikhlasun.

Kombes Arsal disebut tidak ada kompromi dengan premanisme, pencurian dan begal. Ikhlasun menyebut Kombes Arsal menolak upaya suap.

"Beliau bersih, beliau membentuk tim khusus namanya Tim Cobra, dia atur skema begitu, dia pantau sendiri, dia terjun sendiri pula, tidak ada kompromi dengan para preman dan begal tidak ada kompromi, tidak pernah dia menerima suap," ujar dia.

Kombes Arsal Sahban bersama warga Lumajang (Foto: dok. Istimewa)
Dicalonkan Warga Jadi Bupati Lumajang

Ikhlasun menyebut warga Lumajang terkesan dengan kepemimpinan Kombes Arsal saat menjadi Kapolres. Pada tahun 2024 lalu, warga mengusulkan Arsal untuk jadi Bupati Lumajang.

"(Kriminalitas) bisa diturunkan secara drastis bahkan lembaga survei itu mengangkat beliau jadi calon bupati kemarin tahun 2024. Tapi beliau sepertinya masih tidak mau terjun di politik, tapi antusiasme masyarakat yang kemudian mendorong beliau sebagai kepala daerah. Ya kita merindukan sosok seperti itu lagi di Lumajang," katanya.

Ikhlasun menilai Kombes Arsal adalah sosok yang dekat dengan warga. Dia menyebut Kombes Arsal saat ini menjadi Ketua RT di Tanjung Duren, Jakarta Barat.

"Beliau saya lihat saya lihat terpilih menjadi Ketua RT, ini kalau di dalam panggung belakang ya, dia akrab banget dengan masyarakat. Kalau di panggung depan dia menampilkan sosok yang sederhana tapi tegas. Di Lumajang naik motor bareng-bareng Tim Cobra memberantas premanisme dan begal," ucap dia.

Kesaksian yang sama juga diberikan oleh warga Lumajang lainnya, Dani Febri. Dani mengaku menyaksikan cara Arsal memutus rantai kejahatan melalui Tim Cobra.

"Tim Cobra itu turun ke desa-desa, dia langsung memutus akarnya beliau ini langsung datang ke desa untuk melihat motor bodong, motor yang tidak memiliki surat. Memang agak mengagetkan warga-warga desa, dengan kejadian itu banyak orang yang kena," kata Dani Febri.

Dani menyebut warga setempat sempat melakukan penolakan. Namun pendekatan yang dilakukan Kombes Arsal bisa mengatasi masalah begal saat itu.

"Masalah begal ditindak langsung beneran, jadi kriminalitas terutama begal, orang luar ketika dengar Lumajang, dengarnya ya kota begal, itu langsung menurun kasus ini, datanya," ujar dia.

Dani tinggal di Lumajang bagian selatan. Dia menyebut wilayah ini rawan dengan tambang pasir ilegal. Menurutnya, Kombes Arsal dan Tim Cobra berupaya menumpas tambang pasir ilegal tersebut.

"Itu ada tambang pasir ilegal, itu baru beroperasi dua hari itu langsung diturunkan Tim Cobra, walaupun saya nggak dapat kabar beliau ikut turun langsung, tapi ketika jarak 10 meter dari rumah saya (saya lihat) ada Tim Cobra. Jadi masyarakat benar-benar bangga dengan adanya Tim Cobra," tuturnya.

Kombes Arsal Sahban bentuk Tim Cobra berantas begal pencurian di Lumajang (Foto: dok. Istimewa)
Awal Mula Tim Cobra Dibentuk

Kombes Muhammad Arsal Sahban menjabat sebagai Kapolres Lumajang pada November 2018. Usai mendapatkan penugasan itu, Arsal langsung memetakan permasalahan di Lumajang.

"Lumajang itu kan wilayah yang cukup ditakuti di Jawa Timur, masyarakat di sana sadar kalau wilayah sana itu rawan. Umpanya kita googling Lumajang Kota pasti yang teratas itu begal, itu pun tersebar di masyarakat," kata Arsal kepada detikcom.

Dalam pemetaan masalah tersebut, Arsal mengunjungi setiap Polsek yang ada di Lumajang. Dia kemudian menemukan 3 masalah utama, yakni begal, pencurian hewan ternak dan tambang pasir ilegal.

"Pola kerja saya sederhana, sesuatu bekerja yang costnya tinggi tapi impact rendah saya nggak mau. Kayak kunjungan Kapolres ke Polsek-Polsek bawa PJU, nanti mengundang tokoh masyarakat, siapin tenda, kita ngomong, itu saya hindar, bagi saya itu high costs," katanya.

Masalah begal, pencurian sapi dan tambang pasir ilegal itu dijadikan sebagai program utama Polres Lumajang saat itu. Arsal merespons masalah itu dengan membentuk patroli Tim Cobra.

"Masalah pencurian sapi itu kan gila-gilaan, sehari bisa 10-20 hilang, kadang sapi limosin. Kita berpikir gimana sapi bisa itu dicuri, padahal gede, kan gitu di kepala kita yang dari Jakarta, nggak rasional di kepala kita. Tapi terjadi fear of crime bagi masyarakat sana, begal juga gitu," kata dia.

Kombes Arsal Sahban bentuk Tim Cobra berantas begal pencurian di Lumajang (Foto: dok. Istimewa)

Tim Cobra yang menggunakan motor trail ini akan bergerak menindak pelaku begal, razia motor hasil curian serta menindak tambang ilegal. Kombes Arsal bertindak sebagai komandan Tim Cobra.

"Setiap kejadian ini di manapun tempatnya, di gunung, di hutan, maupun di lembah. Saya Kapolres maju. Tim ini sebenarnya lebih kepada ilmu branding, karena kita butuh dukungan, butuh sosok yang kemudian diapresiasi publik dan didukung oleh publik. Publik memberikan informasi, kita bergerak mau membantu," ucap dia.

Tujuan utama Tim Cobra ini, kata Arsal, adalah respons cepat. Satpol PP juga sempat bergabung dengan tim ini.

"Waktu Pak Bupati Minta boleh nggak Satpol PP jadi Tim Cobra, boleh nggak apa-apa, karena pada intinya respons, bagaimana kita merespons dengan cepat setiap laporan mereka. Makanya saya sampaikan kepada para Kapolsek 'setiap pencurian sapi saya nggak mau ada dark number, laporkan saya segera karena saya akan segera turun, jangan sampai saya duluan tahu'," imbuhnya.

Razia Motor Bodong dari Rumah ke Rumah

Salah satu tugas Tim Cobra ini adalah melakukan razia motor bodong dari rumah ke rumah. Sebab, kata Arsal, Lumajang menjadi salah satu wilayah tempat penjualan motor hasil curian.

"Saya bagi, misalnya waktu itu ada 4 dusun, masing-masing berapa orang, 100 orang. Pokoknya lakukan pengecekan di rumah-rumah, kendaraan nggak ada STNK nggak ada BPKB tarik, nanti kita datakan, kita umumkan di Facebook. Motor ini udah kita data semua, nomor rangka, nomor mesin, nama pemiliknya, alamat pemiliknya, kita kan saling menshare," kata Arsal.

Pada saat dilakukan pengecekan dari rumah ke rumah tersebut, sempat ada penolakan dari warga. Arsal pun melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar ikut membantu penegakan hukum.

"Sempat kontra masyarakat awalnya, kenapa nggak nangkap begalnya, kenapa gerebek rumah-rumah. Kita edukasi lagi kan, ini kan supply and demand, kalau demandnya tinggi, di mana masyarakat peminat motor bodong itu maka supply meningkatlah dari begal, curanmor, saya sampaikan begitu. Akhirnya mereka sadar," kata dia.

Arsal mengatakan daerah pelosok di Lumajang adalah target pasar dari penjualan motor hasil curian. Sebab, kata dia, akses ke lokasi belum terjamah.

"Kalau masuk ke Lumajang ke dalam-dalam, kita masuk hutan belantara, jalan tanah, cuma mampu masuk satu mobil, di dalam satu jam baru ketemu desa, terus motor dijual-belikan di dalam seperti itu, polisi nggak masuk, mau nyita gimana, dan mereka biasa. Bahkan yang beli motor itu untuk anaknya yang SD, SMP. Tanpa mereka tahu bahwa itu prosesnya melalui ada pertumpahan darah dan segala macam kan," kata dia.

Kombes Arsal Sahban bentuk Tim Cobra berantas begal pencurian di Lumajang (Foto: dok. Istimewa)

Arsal menyebut patroli Tim Cobra ini cukup efektif menekan pembelian motor hasil curian. Dia menyebut para pelaku takut untuk menjual ke lokasi.

"Sehingga dengan seperti itu mulailah ketakutan pembelian-pembelian motor bodong, pelaku semakin takut untuk menjual. Akhirnya takut juga untuk ngambil. Tersiarlah sekitar Probolinggi, Pasuruan, Jember, daerah tapal kuda, takut masuk Lumajang," ujar dia.

Kembalikan Motor Curian ke Warga Via Facebook

Kombes Arsal mengatakan motor hasil curian yang disita itu kemudian diinformasikan di grup Facebook yang dibuat Arsal. Warga bisa mengakses informasi tersebut dan langsung datang ke Polres untuk mengambil motornya.

"Saya bangunlah Facebook, nama Facebook Groupnya Sahabat MAS, ada 80 ribu membernya, masih ada sekarang walaupun tidak terlalu seinfo dulu. Karena itulah saya mendengarkan aspirasi publik, informasi pencurian sapi di mana dan segala macam, jadi saya bisa tahu duluan dari Kapolsek, karena tempatnya jauh-jauh," ucap dia.

Tim Cobra juga bergerak untuk merespons kasus pencurian sapi yang juga marak terjadi di Lumajang. Arsal menyebut operasi ini mampu menurunkan angka pencurian sapi.

"Saya gerebek satu kampung di situ, semua kandangnya, nggak dapat gerebek lagi. Pokoknya setiap ada kejadian ya minimal 1-2 minggu saya gerebek kampung sekitar. Saya berpikir walaupun tidak ketemu, karena sapi sama semuanya, kita juga bingung. Tapi setidaknya saya memberikan alarm kepada mereka kalau 'kalian itu tak kejar terus lho'," ucap Arsal.

"Sampai ada 1-2 yang ketemu dari beberapa peristiwa itu kita kasih contoh bahwa kita ketemu, segala macam. Akhirnya mulai ramai kan, mulai para pelaku takut," lanjutnya.

Arsal menyebut setiap patroli, biasanya puluhan motor akan diturunkan. Sebab, kata dia, beberapa lokasi yang hanya bisa dilalui menggunakan motor.

"Jadi setiap ada kejadian setiap itu saya bawa Tim Cobra, 30-40 orang naik trail. Kan kita coba pengajuan logistik ke Mabes, kita dikasihlah trail, 40-an kalau nggak salah. Karena daerah di sana berbatu, bergunung-gunung, hutan, lembah," kata dia.

Turunkan Angka Kriminalitas

Arsal mengatakan adanya Tim Cobra ini, angka kriminalitas di Lumajang tahun 2019 turun. Berdasarkan data BPS angka kriminalitas tahun tahun 2019 sebanyak 312 kasus, turun dibandingkan tahun 2018 sebanyak 526 kasus.

"Bisa dilihat data BPS turun dibanding tahun sebelumnya, setelah itu naik-naik, sampai sekarang sudah sampai 1.400 kejahatannya," kata dia.

Berikut perbandingan angka kriminalitas di Lumajang dari data PBS:

2016: 501 kasus
2017: 549 kasus
2018: 526 kasus
2019 (saat Muhammad Arsal Sahban menjabat): 312 kasus, dengan penyelesaian 88,46%
2020: 356 kasus
2021: 589 kasus
2022: 1.378 kasus

Baca juga: Peran Aipda Agung di Balik Taman Edukasi Lalu Lintas Polsek Pandeglang




(lir/tor)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump Klaim Telah Bicara dengan Pemimpin Baru Iran
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Waspada Banjir Pesisir di Bali, BBMKG Keluarkan Peringatan Dini 2-9 Maret 2026
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BEI Jatuhkan 3.040 Sanksi ke 453 Emiten di 2025, Didominasi Keterlambatan Laporan Keuangan
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Bansos Februari Belum Cair? Jangan Panik! Ini Bocoran Mensos Gus Ipul agar Bantuan Maret 2026 Segera Masuk Rekening
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Diwarnai Kartu Merah, Persis Solo Ambil Poin Penuh di Kandang Usai Taklukkan Persik
• 18 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.