BEKASI, KOMPAS.com – Pasangan suami istri yang tinggal di Perumahan Prima Lingkar Asri Blok B4 No 14, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, diduga menjadi korban penganiayaan, Senin (2/3/2026).
Akibat peristiwa tersebut, sang suami berinisial EU meninggal dunia, sementara istrinya kini dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Pantauan di lokasi, rumah dua lantai bercat putih itu telah dipasangi garis polisi.
Sejumlah personel dari Polsek Pondok Gede dan Polres Metro Bekasi terlihat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan sejumlah saksi.
Baca juga: Pria Tewas Terlindas Forklift di Depo Kontainer Marunda
Di area teras dan lantai luar rumah, tampak bercak darah yang diduga berasal dari korban.
Bercak serupa juga terlihat menempel pada alat pengisi daya baterai mobil listrik yang berada di garasi.
Hingga pukul 10.45 sejumlah warga memadati lokasi kejadian.
Beberapa di antaranya tampak berusaha menenangkan anak perempuan korban yang terlihat syok.
Berdasarkan keterangan Ketua RT setempat yang tidak ingin disebutkan namanya, peristiwa bermula saat anak perempuan korban hendak membangunkan kedua orangtuanya untuk sahur.
Namun, ia justru mendapati keduanya dalam kondisi terluka dan berlumuran darah.
Sang anak kemudian berlari ke masjid terdekat untuk meminta pertolongan warga dan memanggil ambulans.
Proses evakuasi korban sempat mengalami kendala karena akses melalui pintu utama sulit dilalui.
Petugas keamanan perumahan bersama warga akhirnya memecahkan kaca jendela untuk mempercepat proses penyelamatan.
Baca juga: Diteror, Ibu Kandung Nizam yang Tewas Usai Dianiaya Ibu Tiri Minta Perlindungan LPSK
Ketua RT setempat mengatakan bahwa EU sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.
Sementara itu, sang istri masih menjalani perawatan intensif.
Rumah tersebut diketahui dihuni oleh tiga orang, yakni pasangan suami istri dan seorang anak perempuan.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak kepolisian masih melakukan proses identifikasi dan pendalaman di lokasi kejadian.
Aparat belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pelaku maupun motif dalam kasus ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




