Medan (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya agar mewaspadai potensi terjadinya gelombang tinggi di sejumlah perairan Sumatera Utara yang dapat mengganggu pelayaran.
"Gelombang tinggi tersebut berpotensi terjadi mulai 2 hingga 5 Maret 2026. Gelombang laut dapat mencapai 1,25 hingga 2,5 meter," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Belawan Dasmian Sulviani di Medan, Senin.
Ia menyebutkan pola angin di wilayah Sumatera Utara bergerak dari arah barat-utara dengan kecepatan 4-25 knot.
Baca juga: BMKG prakirakan sebagian besar Indonesia hujan ringan pada Senin
Secara umum kondisi cuaca di perairan Sumatera Utara berawan hingga hujan ringan.
Gelombang tinggi tersebut berpeluang terjadi di perairan timur Kepulauan Nias, perairan Kepulauan Batu, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Batu, dan perairan barat Sumatera Utara.
Kondisi tersebut berisiko terhadap keselamatan pelayaran terhadap perahu nelayan jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Baca juga: BMKG: Waspada hujan disertai angin kencang di Jabodetabek hari ini
Demikian juga dengan kapal tongkang jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
"Gelombang tinggi tersebut berpotensi terjadi mulai 2 hingga 5 Maret 2026. Gelombang laut dapat mencapai 1,25 hingga 2,5 meter," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Belawan Dasmian Sulviani di Medan, Senin.
Ia menyebutkan pola angin di wilayah Sumatera Utara bergerak dari arah barat-utara dengan kecepatan 4-25 knot.
Baca juga: BMKG prakirakan sebagian besar Indonesia hujan ringan pada Senin
Secara umum kondisi cuaca di perairan Sumatera Utara berawan hingga hujan ringan.
Gelombang tinggi tersebut berpeluang terjadi di perairan timur Kepulauan Nias, perairan Kepulauan Batu, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Batu, dan perairan barat Sumatera Utara.
Kondisi tersebut berisiko terhadap keselamatan pelayaran terhadap perahu nelayan jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Baca juga: BMKG: Waspada hujan disertai angin kencang di Jabodetabek hari ini
Demikian juga dengan kapal tongkang jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.




/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F24%2F39ecdc316e2643ebb4f8b3dce2f9ab52-20260124_VB_NS_ART_BANJIR_JAKARTA_ID.jpg.jpeg)
