FAJAR, JAKARTA – Kabar mengenai pencairan THR pensiunan tahun 2026 kini sedang ramai diperbincangkan masyarakat. PT Taspen akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait simpang siur informasi di media sosial.
Pihak berwenang menegaskan bahwa proses pembayaran masih menunggu penerbitan Peraturan Pemerintah terbaru. Para penerima diimbau untuk selalu memantau kanal informasi resmi demi menghindari penipuan.
Menanggapi isu yang beredar luas di platform digital, PT Taspen (Persero) secara tegas membantah bahwa dana Tunjangan Hari Raya (THR) 2026 telah disalurkan.
Melalui pernyataan resmi di akun Instagram @taspen pada Jumat (27/2/2026), perusahaan menjelaskan bahwa mekanisme pencairan masih dalam tahap persiapan regulasi.
“Saat ini, PT Taspen masih menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) sebagai landasan hukum pembayaran THR 2026,” tulis keterangan resmi tersebut.
Masyarakat diminta tidak mudah tergiur oleh informasi dari sumber yang tidak jelas dan tetap mengacu pada pengumuman resmi instansi terkait.
Cara Praktis Cek Saldo THR Lewat Ponsel
Bagi para pensiunan yang ingin memantau masuknya dana tanpa harus mengantre di bank, tersedia dua metode digital yang mudah digunakan:
Melalui Layanan TOOS (Taspen One Hour Online Service):
Akses laman resmi di https://tos.taspen.co.id/.
Masuk menggunakan Nomor Pensiun (Notas) atau NIP Anda.
Pilih menu “Estimasi Manfaat” untuk melihat rincian dana yang masuk.
Menggunakan Aplikasi Taspen Mobile:
Unduh aplikasi resmi di Play Store atau App Store.
Login dan periksa fitur Histori Pembayaran untuk melihat slip THR yang terpisah dari gaji bulanan.
Anggaran Rp55 Triliun Siap Disalurkan
Pemerintah dilaporkan telah menyiapkan alokasi anggaran fantastis mencapai Rp55 triliun untuk THR tahun ini.
Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp49,9 triliun. Kenaikan anggaran ini ditujukan untuk sekitar 10,5 juta penerima, termasuk ASN, TNI, Polri, hingga pensiunan.
Menteri Keuangan memberikan sinyal bahwa jadwal pasti pencairan akan diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat.
Prediksi kuat menyebutkan dana segar ini akan mulai mengalir ke rekening penerima pada pertengahan bulan Ramadhan 1447 H guna mendukung daya beli menjelang Idulfitri. (*)





