Menteri PU Cek Kesiapan Jalur Pantura untuk Mudik Lebaran 2026

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Perbaikan jalan pantai utara (Pantura) Jawa terus dilakukan jelang lebaran Idulfitri. Perbaikan akan difokuskan agar jalan bisa aman untuk pengendara motor.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menilai hal ini penting karena saat musim mudik tiba, jalan Pantura sebagai jalan nasional merupakan jalur yang akan dilewati pemudik dengan roda dua. Hal ini berbeda dengan mobil yang memiliki opsi untuk lewat jalan tol.

“Untuk mobil mungkin oke ya, tapi untuk motor kemudian hujan plus penerangan jalannya itu misalnya tidak nyala karena satu dan lain hal saya khawatir. Makanya saya minta teman-teman di Jabar, Jateng dan Jatim untuk lebih memastikan bahwa jalan-jalan nasional kita itu Lebih ramah untuk pemotor,” kata Dody di Semarang, Minggu (⅔).

Dengan arahan itu, Dody ingin nantinya proses patching atau penambalan jalan berlubang terus dilakukan. Hal ini agar keberadaan jalan berlubang dan bergelombang dapat ditangani.

Selain itu, ia juga mengimbau agar para pengendara motor benar-benar memastikan kesiapan kendaraannya sebelum melakukan perjalanan mudik. Tak hanya itu, kesiapan fisik juga harus dipastikan.

“Kondisi motornya yang benar-benar super ready, kemudian fisiknya juga harus super kuat dan manakala berkendaraan mohon berhenti sebelum lelah, karena kalau sudah berhenti pada saat lelah pun itu berbahaya,” ujarnya.

Banyaknya kerusakan di jalur Pantura, menurut Dody, memang disebabkan oleh kendaraan Overload Over Dimension (ODOL). Sedangkan, jalan nasional di Indonesia memang tak didesain untuk dilewati kendaraan ODOL.

“Sementara ya harus kita akui jalan nasional kita tidak pernah didesain dari awal untuk sanggup menahan beban seberat itu. Jadi memang dari awalnya kita mendesain untuk logistik tuh lebih menggunakan kereta ataupun kapal laut kemudian skenario menggunakan jalan tol,” kata Dody.

Namun demikian, Dody tak bisa menyalahkan hal itu. Ia menyadari permasalahan ODOL merupakan masalah yang kompleks dan butuh penanganan yang tepat. Adapun persoalan utamanya memang terletak pada biaya logistik.

“Tapi kan mungkin dengan berjalannya waktu, kebutuhan biaya transportasi yang harus semakin minim dan kemudian akhirnya truk-truk yang over dimension, overload banyak lewat jalan nasional. Bukan saya menyalahkan truk-truk itu ya, tapi itu fakta, saya hanya menyampaikan fakta,” ujarnya.

Perbaikan Pantura Jateng-Jatim

Berdasarkan data dari Ditjen Bina Marga Kementerian PU, program preservasi Jalan Pantura di Provinsi Jawa Tengah tahun anggaran 2025-2027 difokuskan pada peningkatan kemantapan ruas-ruas strategis menjelang arus mudik Lebaran 2026. Melalui skema MYC (multi years contract), sejumlah paket pekerjaan ditangani oleh PPK 1.2, PPK 1.3, dan PPK 1.4 dengan total panjang puluhan kilometer yang tersebar dari Brebes hingga Semarang. Penanganan ini mencakup perbaikan perkerasan, pelebaran terbatas, hingga penataan titik-titik krusial untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas di jalur nasional Pantura.

Pada paket PPK 1.2, terdapat dua ruas utama yakni Pekalongan–Batang-Plelen dengan panjang efektif 17,006 km dan Pemalang–Pekalongan sepanjang 9,717 km. Menjelang Lebaran, penanganan difokuskan masing-masing sepanjang 2,61 km dan 2,923 km di titik-titik prioritas seperti Jalan Dokter Sutomo dan Jalan Jenderal Sudirman di Pekalongan dan Batang, serta Jalan MT Haryono dan Jalan Letjen Suprapto di Pemalang. Nilai kontrak kedua paket ini masing-masing mencapai Rp 251,21 miliar dan Rp 174,78 miliar.

Sementara itu, PPK 1.3 menangani ruas Weleri–Kendal–Semarang sepanjang 20,197 km dengan nilai kontrak Rp 250,29 miliar. Pekerjaan menjelang Lebaran difokuskan sepanjang 2,035 km, terutama di Jalan Lingkar Bodri, Jalan Raya Timur Kendal hingga segmen lingkar Weleri. Ruas ini menjadi salah satu simpul penting penghubung arus kendaraan dari arah barat menuju Kota Semarang.

Adapun PPK 1.4 mengelola dua paket, yakni Tegal-Slawi-Prupuk-Wangon sepanjang 25,038 km dengan penanganan 5,5 km menjelang Lebaran dan Pejagan-Ketanggungan-Prupuk Tahap 2 sepanjang 9,303 km dengan penanganan 2,775 km.

Total nilai kontrak kedua paket ini mencapai lebih dari Rp 399 miliar. Fokus pekerjaan berada di batas Kota Slawi-Prupuk, Jalan Gatot Subroto Slawi, hingga segmen Pejagan-Ketanggungan yang menjadi akses utama dari dan menuju Tol Trans Jawa.

Sementara, pada wilayah Jawa Timur, preservasi jalan dilaksanakan antara lain melalui paket PPK 4.4 di ruas Bulu-Tuban-Lohgung dengan anggaran Rp 10,94 miliar. Selanjutnya PPK 4.3 pada ruas Gresik-Sadang-Lohgung dialokasikan sebesar Rp66,21 miliar.

Kementerian PU juga menyiapkan anggaran Rp56,75 miliar melalui PPK 4.5 untuk penanganan ruas Tuban-Babat-Lamongan-Gresik. Sementara itu, preservasi ruas Surabaya-Sidoarjo-Kota Pasuruan melalui PPK 3.4 mencapai Rp 36,19 miliar.

Adapun pada koridor Pasuruan-Probolinggo, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 58,67 miliar melalui paket PPK 3.5. Penanganan berlanjut di ruas Probolinggo-Paiton-Situbondo yang ditangani PPK 1.1 dengan nilai Rp 36,14 miliar.

Untuk mendukung konektivitas menuju Pelabuhan Ketapang, preservasi ruas Situbondo-Ketapang-Banyuwangi melalui PPK 1.2 dialokasikan Rp 13,96 miliar.

Sementara di Pulau Bali, preservasi jalur logistik utama Gilimanuk-Negara-Denpasar hingga kawasan Taman Tirta ditangani PPK 1.3 dengan anggaran terbesar mencapai Rp 101,87 miliar. Selain itu, terdapat paket preservasi lain di wilayah Bali melalui PPK 1.2 dengan anggaran Rp 35,07 miliar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penghormatan Istana untuk Kepergian Wapres Try Sutrisno
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Polri Evaluasi Operasi Ketupat 2025, Tingkat Kepuasan Publik Capai 80,9 Persen
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Jay Idzes bermain penuh ketika Sassuolo kalahkan Atalanta 2-1
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
1300 Saksi Diperiksa Terkait Korupsi Dana Bencana Gunung Ruang
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Terenyuh Lihat Nenek Besarkan Dua Cucu Yatim, Dedi Mulyadi Beri Bantuan hingga Buat sang Lansia Sujud Syukur
• 20 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.