Bisnis.com, SEMARANG — Pada bulan Ramadan, khususnya pada sepuluh hari terakhir, umat muslim akan bersiap menyambut malam lailatul qadar. Dilansir dari laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), Senin (02/3/2026), malam lailatul qadar merupakan malam yang penuh berkah dan kemuliaan, yang menjadi momen istimewa bagi umat islam.
Malam lailatul qadar, diyakini sebagai malam saat Allah SWT menurunkan wahyu-Nya kepada Nabi Muhammad SAW. Tak hanya itu, malam yang mulia ini juga diyakini sebagai malam yang penuh ampunan, rahmat, dan keberkahan. Sebagai malam yang penuh keistimewaan, waktu pastinya malam lailatul qadar ini dirahasiakan oleh Allah SWT.
Namun, malam lailatul qadar ini diyakini jatuh pada salah satu malam ganjil di antara sepuluh hari terakhir Ramadan seperti malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29. Malam lailatul qadar ini sangat dinantikan oleh seluruh umat muslim karena lailatul qadar menjadi malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
Pada malam-malam sepuluh hari terakhir, umat muslim dianjurkan untuk semakin giat dan fokus dalam menunaikan ibadah seperti itikaf, shalat malam, doa, tadarus Al-Quran, dan lain-lain. Agar tidak melewatkan malam yang mulia ini, berikut arti, makna, tanda-tanda, hingga keutaman yang perlu dipahami oleh umat muslim.
Arti dan Makna Malam Lailatul Qadar
Dilansir dari laman resmi BAZNAS RI, Muhammad Quraish Shihab dalam bukunya membumikan Al-Quran, memberikan penjelasan terkait arti dan makna kata “qadar” dalam Al-Quran. Berikut ini diketahui tiga makna dalam kata “qadar” sebagai berikut:
1. Qadar berarti penetapan atau pengaturan
Kata “qadar” dalam malam lailatul qadar dimaknai sebagai malam penetapan Allah SWT bagi perjalanan hidup manusia. Pendapat ini dikuatkan oleh penganutnya dengan firman Allah SWT dalam Al-Quran Surah Ad-Dukhan ayat 3.
Al-Quran yang turun pada malam lailatul qadar diartikan bahwa pada malam itu Allah SWT mengatur dan menetapkan khitthah dan strategi bagi Nabi-Nya, Muhammad SAW untuk mengajak manusia kepada agama yang benar pada akhirnya akan menetapkan perjalanan sejarah umat manusia, baik sebagai individu maupun kelompok.
2. Qadar berarti kemuliaan
Malam lailatul qadar adalah malam mulia yang tiada bandingnya. Malam ini mulia karena terpilih sebagai malam turunnya Al-Quran serta karena malam ini menjadi titik tolak dari segala kemuliaan yang dapat diraih. Kata “qadar” yang berarti kemuliaan ini ditemukan dalam surah Al-An’am ayat 91 yang berbicara tentang kaum musyrik: Ma qadaru Allaha haqqa qadrihi idz qalu ma anzala Allahu ‘ala basyarin min syay’i (mereka itu tidak memuliakan Allah sebagaimana kemuliaan yang semestinya, tatkala mereka berkata bahwa Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia).
3. Qadar berarti sempit
Malam lailatul qadar adalah malam yang sempit, karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi, seperti yang ditegaskan dalam surah Al-Qadar” “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan ruh (jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.”
Kata “qadar” yang berarti sempit ini digunakan oleh Allah SWT dalam surah Ar-Ra du ayat 26: Allah yabsuthu al-rizqa liman yasya wa yaqdiru (Allah melapangkan rezeki bagi yang dikehendaki dan mempersempitnya bagi yang dikehendakinya).
Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar
Mengutip dari laman resmi BAZNAS RI, terdapat enam tanda malam lailatul qadar yang diperhatikan oleh seluruh umat muslim. Tanda-tanda ini dapat menjadi petunjuk bagi umat muslim yang ingin mendapat keberkahan dalam malam yang mulia ini.
1. Keheningan yang Mendalam
Malam lailatul qadar seringkali ditandai dengan keheningan yang luar biasa. Suasana yang hening pada malam lailatul qadar ini mencerminkan keagungan malam tersebut dan menjadi petunjuk awal dari keberkahan yang akan datang.
2. Cahaya yang Mencerahkan
Pada malam lailatul qadar terkadang akan ada cahaya yang luar biasa terlihat memancar. Cahaya ini bisa terlihat di langit atau bahkan di sekitar tempat ibadah. Selain itu, cahaya ini juga menjadi salah satu tanda keberkahan malam tersebut dan menjadi petunjuk bagi orang-orang yang beriman.
3. Perasaan Damai dan Ketenangan Batin
Umat muslim yang mengalami malam lailatul qadar akan merasakan perasaan damai dan ketenangan batin yang luar biasa. Umat muslim yang merasakan malam ini akan merasa terhubung secara spiritual dengan Allah SWT dan merasakan kehadiran-Nya dengan kuat.
4. Kesempatan untuk Bersedekah
Malam lailatul qadar juga sering dianggap sebagai malam di mana pahala amal ibadah akan dilipatgandakan. Oleh karena itu, malam ini bisa menjadi kesempatan untuk bersedekah dan berbuat kebaikan pada malam tersebut.
5. Kebiasaan Ibadah yang Intensif
Umat muslim yang merasakan malam lailatul qadar seringkali merasakan terdorong untuk melakukan ibadah secara intensif. Bagi umat muslim yang merasakan malam kemuliaan ini, mereka akan merasakan dorongan kuat untuk melaksanakan shalat malam, membaca Al-Quran, berdzikir, dan memanjatkan doa.
6. Munculnya Tanda-tanda Kebesaran Allah SWT
Pada malam lailatul qadar, terdapat umat muslim yang akan beruntung untuk mengalami munculnya tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Tanda-tanda ini bisa berupa mimpi penuh makna atau pengalaman spiritual yang mendalam.





