Nama Eileen Gu kembali menjadi perbincangan di Olimpiade Musim Dingin 2026. Di usia 22 tahun, ia telah mengoleksi lima medali Olimpiade dan mencatatkan namanya sebagai salah satu freeskier perempuan paling berprestasi dalam sejarah ajang tersebut.
Namun, yang membuat Eileen menonjol bukan hanya soal angka dan podium. Di luar arena salju, ia membangun identitas yang tak kalah kuat, yakni sebagai mahasiswa, model, dan figur muda yang vokal soal kepercayaan diri perempuan.
Eileen Gu adalah Mahasiswa Penuh Waktu di Tengah Jadwal KompetisiDi sela latihan dan kompetisi internasional, Eileen tetap menjalani peran sebagai mahasiswa penuh waktu di Stanford University. Dalam wawancaranya dengan Time Magazine, ia menyebut dirinya sebagai “full-time student who’s really athletic.”
Baginya, menjadi atlet tidak berarti harus mengorbankan pendidikan. Ia ingin mematahkan anggapan bahwa perempuan harus memilih satu jalur saja. Akademik dan olahraga, menurutnya, bisa berjalan beriringan, asal dijalani dengan komitmen dan disiplin.
Prestasinya di arena turut berdampak pada nilai komersialnya. Dilansir Forbes, Eileen menghasilkan lebih dari USD 23 juta atau sekitar Rp 386,9 miliar pada 2025. Menariknya, sebagian besar pendapatan itu bukan berasal dari hadiah kompetisi, melainkan dari kontrak endorsement.
Ia bekerja sama dengan sejumlah brand global seperti Red Bull, Porsche, dan TCL Electronics. Posisi ini membuatnya masuk dalam jajaran atlet perempuan dengan bayaran tertinggi di dunia, sebuah capaian yang menunjukkan bagaimana olahraga dan industri kreatif kini saling beririsan.
Aktif di Dunia ModelingSejak 2021, Eileen bergabung dengan IMG Models, tepat sebelum debutnya di 2022 Winter Olympics. Ia kemudian tampil dalam berbagai kampanye rumah mode dan brand perhiasan internasional, termasuk Louis Vuitton, Tiffany & Co., dan IWC Schaffhausen.
Bagi Eileen, dunia fashion memberinya ruang untuk mengekspresikan sisi feminin yang mungkin tak selalu terlihat saat ia mengenakan perlengkapan ski. Ia percaya perempuan bisa tampil kuat sekaligus elegan, tanpa harus memilih salah satu.
Eileen kerap berbicara tentang pentingnya olahraga dalam membangun rasa percaya diri. Menurutnya, kepercayaan diri tidak muncul dalam semalam, melainkan dibentuk dari proses panjang yang konsisten.
“Saat aku melihat ke belakang, ada bertahun-tahun kerja keras dan hati yang aku curahkan untuk olahraga ini. Bukan cuma soal percaya diri, tapi membangun kepercayaan diri itu setiap hari. Karena itu, aku mendorong perempuan muda untuk jadi atlet. Karena kekuatan olahraga itu bisa membentuk rasa percaya diri yang spesial dan unik,” ujarnya.
Bagi Eileen, olahraga adalah ruang yang jujur. Di sana, hasil datang dari usaha. Dan dari proses itulah keberanian tumbuh.
Kontroversi KewarganegaraanDi balik pencapaian dan sorotan global, Eileen juga menghadapi perdebatan soal kewarganegaraan. Meski lahir dan besar di Amerika Serikat, ia memilih membela China di Olimpiade. Keputusan itu menuai kritik sekaligus dukungan.
Ia menyatakan pilihannya didasari keinginan untuk menghormati warisan keluarganya sekaligus memperluas pengaruh olahraga ski di China. Meski sempat menerima ancaman dan intimidasi, Eileen memilih tetap fokus pada kompetisi, pendidikan, dan proyek profesionalnya.




