Trump Singkirkan Anthropic, OpenAI Amankan Kontrak Pentagon

katadata.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

OpenAI resmi mencapai kesepakatan dengan Pentagon untuk memasok teknologi kecerdasan buatan (AI) ke jaringan rahasia militer Amerika Serikat (AS). Pentagon merupakan kantor utama angkatan bersenjata AS.

Pengumuman ini disampaikan CEO OpenAI Sam Altman, hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan seluruh lembaga federal menghentikan penggunaan layanan milik pesaingnya, Anthropic.

Keputusan tersebut muncul setelah negosiasi antara Anthropic, yang merupakan pengembang sistem AI Claude, dan Pentagon menemui jalan buntu. Anthropic meminta jaminan teknologinya tidak akan digunakan untuk pengawasan massal domestik maupun sistem senjata otonom yang dapat membunuh tanpa campur tangan manusia. Namun, Pentagon dan Anthropic tidak mencapai kesepakatan mengenai klausul tersebut. 

Menurut laporan Guardian, Trump melalui platform Truth Social menyatakan pemerintah AS akan segera menghentikan penggunaan teknologi Anthropic, pada Minggu (1/3). Trump juga menuding perusahaan tersebut mencoba memaksakan ketentuan layanan mereka di atas kepentingan konstitusi.

Dalam pengumumannya, Altman menegaskan kesepakatan dengan Pentagon tetap memuat prinsip keselamatan utama perusahaan. “Dua prinsip keselamatan terpenting kami adalah larangan pengawasan massal domestik dan tanggung jawab manusia atas penggunaan kekuatan, termasuk untuk sistem senjata otonom,” kata Altman.

Altman menyebut Pentagon menyetujui prinsip-prinsip tersebut dan memasukkannya ke dalam hukum, kebijakan, serta kontrak kerja sama. Ia juga berharap persyaratan yang sama diterapkan kepada seluruh perusahaan AI agar tidak terjadi fragmentasi atau tekanan hukum yang berbeda-beda di industri.

“Ini sebagai cara untuk mengurangi ketegangan dari tindakan hukum dan pemerintah menuju kesepakatan yang wajar,” ujar Altman.

Industri AI Terbelah

Langkah pemerintah menghentikan Anthropic memicu solidaritas lintas perusahaan. Hampir 500 karyawan dari OpenAI dan Google dilaporkan menandatangani surat terbuka yang menyatakan mereka tidak ingin industri AI dipecah belah akibat tekanan kontrak pertahanan.

Surat tersebut menuding Pentagon mencoba menekan sejumlah perusahaan untuk menyetujui ketentuan yang sebelumnya ditolak Anthropic. “Mereka mencoba memecah belah masing-masing perusahaan karena takut yang lain akan menyerah,” demikian kutipan isi surat tersebut.

Di sisi lain, Anthropic menegaskan tidak akan mengubah posisinya terkait penolakan pengawasan domestik massal dan sistem senjata otonom penuh. “Tidak ada intimidasi atau hukuman dari Pentagon yang akan mengubah posisi kami tentang pengawasan domestik massal atau senjata otonom sepenuhnya,” kata Anthropic dalam pernyataan tertulis.

Kesepakatan dengan Pentagon menjadi langkah strategis bagi OpenAI di tengah ekspansi bisnisnya. Pada hari yang sama, perusahaan juga mengumumkan rencana penggalangan dana hingga US$ 110 miliar atau setara Rp 1.845,7 triliun (kurs Rp 16.779 per dolar AS) yang berpotensi mendongkrak valuasinya menjadi sekitar US$ 840 miliar atau setara Rp 14.094 triliun.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Suami Tewas dan Istri Kritis di Bekasi, Diduga Dianiaya Benda Tumpul
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Kemendikdasmen: Minat murid terhadap olimpiade sains meningkat 
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Polri Bagi 5 Klaster Pengamanan saat Operasi Ketupat Lebaran 2026
• 17 jam laluokezone.com
thumb
Nasehat Ayatollah Ali Khamenei ke Bocah Iran yang Ingin Mati Syahid
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
IHSG Diproyeksi Bergejolak Pekan Ini, Analis Ungkap Potensi dan Dampak Konflik
• 12 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.