Karyawan Ekspedisi di Sunter Akan Diperiksa Terkait Dugaan Penggelapan dan Pencurian

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Utara Iptu Seno Aji Pradana mengatakan, para karyawan ekspedisi yang diduga menjadi korban penyekapan akan dimintai keterangan terkait kasus dugaan penggelapan.

Ia mengatakan, hingga saat ini para karyawan memang belum diperiksa dan baru akan dijadwalkan pekan ini.

"Untuk itu belum (pemeriksaan). Rencana minggu ini," ujar Seno saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (2/3/2026).

Baca juga: Ekspedisi J&T Laporkan Dugaan Pencurian dan Penggelapan ke Polisi

Saat ini, polisi telah memeriksa enam orang saksi lain terkait kasus dugaan penggelapan dan pencurian barang yang muncul setelah insiden penyekapan.

"Siap untuk kami di Polres menangani dugaan pencurian dan/atau penggelapan sesuai yang dilaporkan oleh pihak ekspedisi," ucap dia.

Untuk diketahui, penyelidikan terkait insiden adanya penyekapan enam karyawan eskpedisi di Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara kini membuka pintu adanya laporan terkait dugaan penggelapan dan penipuan yang diduga dilakukan karyawan ekspedisi.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar menjelaskan, insiden itu memunculkan dua laporan atas dua kasus berbeda, yaitu dugaan penyekapan dan dugaan penggelapan dan penipuan.

"Iya (dua kasus berbeda). Dua-duanya sedang kami lakukan penyelidikan terhadap laporan-laporan tersebut," kata Onkoseno.

Saat ini, Polres Jakarta Utara menangani laporan terkait kasus dugaan pencurian dan atau penggelapan.

Untuk kasus dugaan penyekapan, kasus tersebut ditangani pihak Polsek Tanjung Priok.

Baca juga: Dugaan Penggelapan dan Pencurian di Balik Isu Penyekapan Karyawan Ekspedisi di Sunter

J&T laporkan pencurian dan penggelapan

Perusahaan ekspedisi J&T Express melaporkan kasus dugaan penggelapan dan pencurian yang terjadi di Sunter ke Mapolres Metro Jakarta Utara.

“Kami sudah melaporkan peristiwa penggelapan dan pencurian itu ke Polres Metro Jakarta Utara,” kata perwakilan hukum J&T Express Adriansyah Halim dan Pandapotan Pinbatu di Jakarta, Senin.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Pelaporan itu menindaklanjuti isu dugaan penyekapan yang disebar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan telah memicu keresahan di tengah masyarakat.

“Rekaman tersebut diambil saat proses klarifikasi internal berlangsung,” ujar Adriansyah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rute Penerbangan Umrah Diubah Imbas Konflik AS-Iran, Bagaimana Nasib Jemaah RI? Ini Kata Kemenhaj
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
MK Ubah Bunyi Pasal Perintangan Peradilan, Dianggap Bertentangan dengan Konstitusi
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Jejak Pendidikan Ayatollah Ali Khamenei, Belajar Al-Quran di Usia 4 Tahun hingga Pimpin Iran 3 Dekade
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
Analisis Ramalan Cak Nun Iran Diserang, Benarkah Saudi Bela Israel, dan Bagaimana Sikap Indonesia?
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Inul Daratista Curhat Rencana Umrah Tertunda Akibat Serangan Israel ke Iran: Sayangnya Allah Sama Aku
• 19 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.