Kontak Senjata di Nabire, Satgas Gabungan Kuasai Markas KKB

kumparan.com
22 jam lalu
Cover Berita

Aparat gabungan TNI-Polri yang terdiri dari Satgas Habema, Satgas Rajawali, dan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026, melakukan operasi penangkapan terhadap DPO yang mengaku sebagai Panglima Kodap III D Dulla Aibon Kogoya, di kawasan hutan wilayah Nabire, Papua, Minggu (1/3).

Dalam operasi tersebut, terjadi kontak senjata antara aparat dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), yang kemudian melarikan diri meninggalkan markas yang selama ini mereka kuasai.

Dalam keterangan yang diterima, Senin (2/3), aparat berhasil menguasai lokasi dan mengamankan sejumlah barang bukti penting.

Penindakan dilakukan setelah aparat memperoleh informasi terkait keberadaan kelompok tersebut di salah satu markas persembunyian mereka.

Saat personel gabungan mendekati lokasi, kelompok bersenjata melakukan perlawanan sehingga terjadi baku tembak. Setelah beberapa waktu, kelompok tersebut melarikan diri meninggalkan sejumlah perlengkapan dan logistik di markas.

Dalam penggeledahan di lokasi, aparat mengamankan 561 butir amunisi dari berbagai kaliber, baik untuk senjata laras panjang maupun pendek, serta 10 magazen, magazen senjata api jenis SS1 dan senjata api jenis AK-101. Selain itu, turut diamankan 12 unit telepon genggam, lima unit handy talky (HT), serta uang tunai sebesar Rp 79.900.000.

Temuan lain yang menjadi perhatian aparat adalah dua unit telepon genggam yang diduga milik korban aksi kekerasan sebelumnya. Satu di antaranya diduga milik anggota Brimob Batalyon C yang gugur akibat aksi penyerangan tahun lalu.

Sementara satu unit lainnya diduga milik seorang karyawan sipil atau petugas keamanan dalam peristiwa pembakaran pos pengamanan PT Kristalin di Nabire beberapa pekan lalu.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo menegaskan, langkah penindakan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin keamanan masyarakat.

“Ini merupakan komitmen negara untuk hadir di tengah masyarakat ketika terjadi aksi-aksi kekerasan. TNI-Polri tidak akan tinggal diam. Kami akan terus melakukan pengejaran dan penegakan hukum terhadap para pelaku KKB hingga mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Sementara Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum resmi.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan jangan terpengaruh informasi yang belum resmi. Aparat keamanan akan bertindak tegas terhadap siapa pun yang berupaya membuat kekacauan dan mengganggu stabilitas keamanan. Penegakan hukum ini semata-mata untuk melindungi masyarakat dan menjaga ketertiban,” ujarnya.

Hingga saat ini, aparat gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi guna memastikan situasi benar-benar aman sekaligus memburu para pelaku yang melarikan diri. Operasi penegakan hukum akan terus dilakukan secara terukur dan profesional guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov NTB Pastikan 155 TKI dan 1.372 Jemaah Umrah di Timur Tengah Aman
• 32 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Ledakan Petasan Tewaskan 1 Orang di Ponorogo, Tim Gegana: Bahan Yang Meledak 5 Kilogram
• 23 jam lalurealita.co
thumb
Inter Milan Berpotensi Digembosi, 2 Pilar Lini Tengah Dapat Tawaran Fantastis dari Klub Inggris dan Turki
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Ramai Soal Impor Beras 1000 Ton dari AS, Zulhas: Bukan Konsumsi Umum
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Eks Sekjen Kemendikbud Cerita Diwawancara Nadiem-Najelaa Shihab, lalu Dicopot
• 18 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.