Ledakan Petasan Tewaskan 1 Orang di Ponorogo, Tim Gegana: Bahan Yang Meledak 5 Kilogram

realita.co
4 jam lalu
Cover Berita

PONOROGO (Realita)- Satuan Brimob Polda Jawa Timur melalui tim penjinak bom (Gegana) mengungkap temuan awal terkait ledakan bahan petasan yang menewaskan 1 bocah dan melukai 2 remaja di Dudun Cuwet Desa Plosojenar Kecamatan Kauman, Minggu (01/03/2026) sore kemarin. 

Dari hasil pemeriksaan dilokasikan ledakan yang dilakukan Tim Gegana, Senin (02/03/2026) pagi, petugas menemukan sejumlah bahan baku pembuat peledak di lokasi kejadian yang tergolong dalam kategori low explosive.

Baca juga: Petasan Rakitan Meledak di Ponorogo, Dua Bocah Jadi Korban, 1 Tewas

Komandan Detasemen (Danden) Gegana Satbrimob Polda Jatim, Kompol Dian Viki Sandhy, menyatakan bahwa berdasarkan investigasi awal, bahan-bahan yang ditemukan meliputi unsur belerang dan potasium yang biasa digunakan sebagai booster tanaman kelengkeng.

"Investigasi kami sementara yang kami temukan itu bahan-bahannya ada unsur belerang, kemudian ada potas atau booster-nya klengkeng itu. Jadi, yang dibuat di sini itu bisa dipastikan low explosive atau black powder," ujarnya. 

Meskipun masuk dalam kategori daya ledak rendah (low explosive), Shandy menekankan bahwa dalam jumlah besar, bahan tersebut tetap memiliki risiko fatalitas yang sangat tinggi. Hal ini terbukti dari adanya korban jiwa dalam insiden tersebut.
Secara fisika, tekanan yang dihasilkan dari ledakan black powder dalam volume besar mampu merenggut nyawa seseorang karena kekuatan hantamannya yang luar biasa.

"Jenis bahan peledak itu tidak tergantung dari jenisnya apa, tapi ketika itu jumlahnya besar, daya ledaknya tinggi, impact-nya itu bisa membahayakan atau merenggut nyawa seseorang karena tekanannya sangat tinggi," paparnya.

Di lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa selongsong petasan serta sisa bungkus bahan baku belerang dan potas. Mengenai pemicu ledakan, dugaan sementara mengarah pada adanya percikan api, meski kepastiannya masih menunggu hasil uji laboratorium forensik (Labfor). Tim Gegana memperkirakan jumlah bahan peledak yang memicu hantaman tersebut berkisar antara 1 hingga 5 kilogram.

Baca juga: Ledakan Petasan Plosojenar Ponorogo 3 Orang Jadi Korban, Balon Udara dan Slonsong Mercon Diamankan

"Mungkin 1 sampai 2 kilo, bisa sampai 2 sampai 5 kilo. Karena ini dibuatnya di luar rumah, tekanan keluarnya menyebar. Dan kawah ledakannya itu sampai kedalaman mungkin 5 centimeter, itu sangat besar sekali," tambahnya. 

Pihak kepolisian sangat menyayangkan kejadian ini, mengingat bahan-bahan tersebut sebenarnya masuk dalam kategori dual use atau barang yang mudah didapatkan masyarakat secara luas untuk keperluan pertanian.


Dian mencatat, pada tahun lalu saja terdapat sekitar 23 tempat kejadian perkara (TKP) terkait petasan di seluruh wilayah Jawa Timur yang memakan banyak korban jiwa dan kerugian material. Bahkan, seminggu sebelumnya, kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah Situbondo.

Baca juga: Ledakan di Situbondo Diduga dari Pabrik Petasan, 1 Tewas dan 7 Luka


"Kami menghimbau masyarakat untuk tidak membuat atau merakit petasan. Ini demi keamanan dan keselamatan bersama, apalagi menjelang hari raya. Kami sangat empati dan tidak berharap ada TKP lagi," pungkasnya.


Saat ini, Polda Jatim dan jajaran Polres setempat tengah menggencarkan Operasi Pekat untuk menekan peredaran bahan peledak ilegal dan petasan di tengah masyarakat.


Diketahui sebelumnya, petasan rakitan yang meledak di rumah Minten warga Rt 02 Rw 02 Dusun Cuwet Desa Plosojenar Kecamatan Kuaman, sekitar pukul 14.30 Minggu sore kemarin. Membuat 3 orang menjadi korban. Diantaranya Rifai Kurnia Putra (15) meninggal dunia di tempat. Ahmad Fato’ani (20) luka bakar 90 persen, dan Hindar Agusta (23) luka bakar 16 persen. Dari pemeriksaan petugas ke tiga korban tengah meracik petasan di depan rumah sebelum bahan petasan yang akan diterbangkan bersama balon udara itu meledak. znl

Editor : Redaksi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Seusai Buat Kebiadaban, Trump Setuju Berbicara dengan Pemimpin Baru Iran
• 17 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Suami di Kepri Mutilasi Istri, Penguatan Layanan Korban KDRT Diminta Dikuatkan
• 8 jam laludetik.com
thumb
Pantas Kriuknya Awet Sampai Bedug Isya, Ini Rahasia Resep Bakwan Jagung Crispy untuk Buka Puasa, Kuncinya Ada di Campuran Tepung Ini
• 21 jam lalugrid.id
thumb
Eks Menhub Budi Karya Dipanggil KPK untuk Kali Ketiga terkait Perkara DJKA
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Polres Ngawi Patroli Pasar Pastikan Harga dan Stok Bapokting Aman
• 1 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.