REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Di tengah tren kerja fleksibel, work from anywhere, dan gaya hidup digital nomad, banyak generasi muda mulai mempertanyakan satu hal apakah masa depan harus selalu dihabiskan di balik meja kantor dari jam 9 pagi sampai 5 sore?
Jika kamu termasuk yang ingin kerja dinamis, penuh pengalaman, dan tidak monoton, maka Pariwisata (S1) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) bisa jadi jawaban yang selama ini kamu cari.
Industri pariwisata saat ini bukan lagi sekadar soal jalan-jalan atau liburan. Pariwisata telah berkembang menjadi industri experience yang bernilai besar dan menjadi bagian penting dari ekonomi kreatif.
Festival musik internasional, sport tourism, event budaya, desa wisata, hotel dan resort unik, hingga destinasi viral di media sosia semuanya membutuhkan pengelolaan profesional. Di balik kesuksesan itu, ada peran lulusan pariwisata yang bekerja dengan strategi, manajemen, dan kreativitas tinggi.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Kerja Fleksibel, Tapi Tetap Profesional
Banyak pekerjaan di industri pariwisata tidak terikat jam kerja kaku. Ada yang bekerja mengelola event, mengatur perjalanan wisata, menangani tamu hotel, hingga mengelola destinasi wisata.
Setiap hari bisa berbeda, penuh tantangan, dan jauh dari kata membosankan. Inilah alasan mengapa Pariwisata (S1) UBSI menjadi jurusan anti-mainstream yang cocok untuk generasi aktif dan adaptif.
Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga dibekali keterampilan praktis yang dibutuhkan industri. Mulai dari manajemen perjalanan wisata, pengelolaan hospitality, pelayanan prima, perencanaan event, hingga strategi promosi pariwisata berbasis digital. Semua dirancang agar lulusan siap terjun langsung ke dunia kerja yang dinamis.